Caranya, pegawai laki-laki mengenakan baju koko putih, sarung, dan peci. Sedangkan perempuan mengenakan kerudung putih.
Tentu saja surat edaran nomor 100.3.4.3/362 /ORG/2023 itu ditujukan kepada muslim.
Edaran itu disambut hangat pejabat dan pegawai pemko. "Kami mendukung. Apalagi kita tahu, perjuangan kemerdekaan tak terlepas dari peran santri," kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Banjarmasin, Ichrom Muftezar kemarin (24/10).
Menurutnya, edaran itu tidak akan merepotkan. Sebab sarung dan koko merupakan busana lazim untuk beribadah.
"Kita tentu punya baju takwa dan sarung di rumah. Tak perlu repot-repot membeli yang baru," tambahnya.
Senada dengan Kabag Tata Pemerintahan, Ryan Utama, Ia mengaku telah menyiapkan "outfit" santri tersebut.
Ia bahkan sengaja membeli sarung baru. Ryan juga mengakui kurang terbiasa mengenakan sarung.
"Biasanya baju takwa saya padukan dengan celana. Karena memang lebih suka pakai celana. Tapi tak apa-apa, demi memeriahkan Hari Santri, kali ini saya juga akan sarungan," serunya. (war/az/fud) Editor : Arief