Salat jenazah dipimpin Imam Musala Ar-Raudhah Sekumpul KH Sa'duddin Salman.
Sedangkan memimpin proses acara pemakaman ialah KH Muhammad Wildan Salman. Saat doa tahlil dan surah yasin secara khusuk dibacakan, cuaca panas menjadi mendung seakan ikut mengiringi kepergian Guru Hatim, sapaan akrab KH Hatim Salman.
Dari ribuan jemaah, ikut hadir sejumlah pejabat seperti Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian Djajadi. Kapolda menceritakan semenjak berdinas di Kalsel, baru dua kali bertemu Guru Hatim. Ia tak menyangka bahwa almarhum memiliki riwayat darah tinggi. "Karena setiap bertemu, beliau orangnya seloroh dan suka bercanda," kenangnya.
Andi Rian sangat terkejut dengan berita duka yang didapatnya pada Minggu (22/10) malam itu. "Saya hadir hari ini sekaligus mengucapkan turut berduka cita kepada keluarga," katanya.
Anggota DPR RI Dapil Kalsel, Syaifullah Tamliha juga terlihat hadir. Bahkan, ia ikut menyaksikan hingga selesai pemakaman Guru Hatim. "Alhamdulillah hari ini (23/10) bisa mengikuti prosesi pemakaman Guru Hatim hingga selesai," ucapnya.
"Saya mengenal Guru Hatim sudah cukup lama. Beliau adalah sosok ulama yang kharismatik. Mewarisi (sifat dan ilmu) dari orang tua beliau," tambahnya.
Tamliha menceritakan bahwa almarhum aktif di Nahdlatul Ulama, aktif di pengadilan agama, dan juga pernah menjadi wakil kepala daerah.
"Jadi pengabdian beliau kepada bangsa dan negara, juga kepada umat itu, mudah-mudahan semua amal baik diterima oleh Allah SWT. Semoga menjadikan almarhum masuk surga tanpa hisab," doanya.
Mewakili keluarga, Sekretaris MUI Banjar Fauzan Asniah mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang antusias datang melayat dan mendoakan langsung di kediaman almarhum. "Alhamdulillah prosesi pemakaman berjalan sangat lancar," katanya.
Ribuan pelayat yang hadir itu dari berbagai kalangan. Mulai dari santri, masyarakat Kabupaten Banjar, hingga para pejabat seperti Bupati Banjar H Saidi Mansyur beserta Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi, Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar HM Hilman, Kapolres Banjar AKBP M Ifan Hariyat, dan pejabat lainnya.
Diwartakan sebelumnya, dari informasi keluarga bahwa Guru Hatim terkena penyakit stroke dan sudah beberapa kali kambuh. Minggu pagi sekitar pukul 09.00 Wita, Guru Hatim masuk ruang ICU RSUD Ratu Zalecha dengan kondisi tak sadarkan diri. Hingga 10 menit sebelum azan Magrib, Guru Hatim sudah berpulang ke Rahmatullah.(mr-159/gr/dye) Editor : Arief