Suka tak suka, itulah hasil analisis data Indonesia Indicator. Perusahaan multinasional yang bergerak dalam pengembangan software teknologi informasi, penyediaan dan analisis data.
Belum lama ini, Pemko Banjarmasin menjalin kerja sama dengan perusahaan yang berkantor di Jakarta pusat itu.
Tujuannya untuk menganalisis pemberitaan media cetak, elektronik, maupun siber.
Selanjutnya diklasifikasikan berdasarkan isu dan respons pembaca, kemudian dianalisis dan diserahkan ke pemko untuk bahan pengambilan kebijakan.
Misalnya, sepekan terakhir, Ibnu Sina menjadi nama yang paling sering disebut di media mainstream maupun media sosial.
Respons warganet adalah 57 persen positif, 40 persen netral, dan 3 persen bernada negatif.
Indonesia Indicator lalu membaginya lagi, 31 persen berita terkait program pemko, 38 persen terkait berita seremonial, dan selebihnya menumpang di berita lainnya.
Kemudian, nama Ibnu Sina juga menjadi kepala daerah yang paling terekspos di Banua.
Data itu diungkap ketika Diskominfotik Banjarmasin mengunjungi kantor Indonesia Indicator di Kebayoran Baru, Kamis (19/10).
Kunjungan bersama wartawan yang ngepos di Balai Kota Banjarmasin itu dipimpin Pranata Humas, Novri Gitayanti.
Rombongan disambut hangat anggota direksi, Ghani dan Area Manager (AM) Account Executive PT Indonesia Indicator, Juandre Kadarisman.
"Kami mengajak rekan-rekan ke sini supaya bisa melihat bagaimana hasil pemberitaan yang rekan-rekan buat serta tayangkan," ujar Novri.
"Di sini semua data dikumpulkan, diklasifikasikan dan dipantau setiap hari," tambahnya.
Selain untuk bahan pembuat kebijakan, ini juga penting untuk mendorong transformasi Banjarmasin menjadi Smart City.
Dan Indonesia Indicator menyediakan teknologinya. Contoh sistem pengolahan big data dan AI (kecerdasan buatan).
"Menuju kota yang smart, kami ingin selalu meng-upgrade dan meng-update teknologi yang ada," tekan Novri.
Juandre mengatakan, perusahaannya berkomitmen mempermudah pekerjaan Pemko Banjarmasin.
Ia membayangkan ke depan Banjarmasin bisa mengikuti perkembangan teknologi yang ada di Pulau Jawa dan Jakarta. (war/az/fud) Editor : Arief