Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes HSS, M Noryamin mengatakan dari 124 kasus DBD ini untungnya tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Menurutnya, peningkatan kasus itu terjadi karena dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari musim kemarau, plus ada hujan sekali-sekali. “Biasanya dengan musim seperti ini nyamuk demam berdarah mudah sekali berkembang. Apalagi ada hujan dan panas,” katanya.
Selain itu, juga dipengaruhi perilaku buang sampah sembarangan yang menciptakan genangan air. “Nyamuk demam berdarah tidak akan bertelur di tempat yang kotor. Tapi, bertelur di tempat air yang tergenang,” ingatnya.
Demi mengantisipasi penambahan kasus DBD, Dinkes HSS gencar meningkatkan penyuluhan 3M plus. Pemeriksaan jentik juga dilakukan secara berkala. “Menaburkan bubuk abate pada genangan yang ada jentiknya,” sebut Yamin. Pakai lotion anti nyamuk, atau memakai kelambu saat tidur juga disarankan.
Warga Kandangan, Rahmat termasuk aktif memberantas jentik nyamuk di lingkungan rumahnya. “Menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” ujarnya. (shn/gr/dye) Editor : Arief