Staf Prakirawan BMKG Stamet Syamsudin Noor Banjarmasin, Utari Randiana menjelaskan hal ini membuat pengaruh indeks labilitas yang cukup kuat di awan. "Pertumbuhan awan-awan konvektif dapat menghasilkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di beberapa wilayah. Namun dapat disertai kejadian kilat atau petir, serta angin kencang," jelasnya, kemarin (16/10).
Menurutnya, kejadian cuaca seperti ini diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Mengingat ada masa peralihan musim dari kemarau ke musim hujan. Awal musim hujan untuk wilayah Kalsel diperkirakan terjadi pada bulan November. "Tapi, untuk sebaran dan intensitasnya bervariasi," ujarnya.
Untuk bagian utara terjadi pada awal November (dasarian I), bagian barat terjadi pada pertengahan bulan November (dasarian II), dan Kalsel bagian timur serta selatan terjadi pada akhir bulan November (dasarian III).
Hujan memang sudah membasahi alam Kalsel. Menurutnya, masih terdapat risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat menyebabkan kejadian kabut asap di beberapa wilayah di Kalsel. "Jadi masyarakat diimbau agar tetap selalu memantau informasi dari BMKG jika terdapat informasi kejadian cuaca signifikan," pesannya.
Selain itu, pihaknya juga meminta agar masyarakat mengurangi kegiatan membakar sampah, membuang puntung rokok yang masih terbakar secara sembarangan, ataupun membuka hutan dengan cara dibakar. "Khususnya di wilayah yang rawan terbakar untuk mengurangi jumlah titik hotspot dan kejadian kabut asap," pungkasnya.
Hujan disertai angin kencang melanda Kota Banjarmasin dan sekitarnya, Senin (16/10) sore. Bahkan, dampaknya beberapa pohon tua banyak yang tumbang. Contohnya pohon tumbang di Jalan Seberang Masjid Banjarmasin Tengah.
Selain mengakibatkan kemacetan, listrik pun ikut padam karena kabel tertimpa pohon tumbang. Bagi warga, hujan kemarin yang ditunggu-tunggu begitu lama, malah membuat kekhawatiran munculnya musibah lain. “Hujannya menakutkan sekali. Banyak pohon yang tumbang. Untung tadi sempat melintas sebelum pohon tumbang,” tutur Syaiful, warga Veteran Banjarmasin Timur.
Pohon tumbang juga terjadi di Belitung Darat Banjarmasin Barat. Meski tak sampai terjadi kemacetan, membuat pengendara trauma. “Tiba-tiba saja roboh. Untung sempat lewat,” kata Bani, warga Jalan Cendrawasih, Banjarmasin Barat. (zkr/mof/gr/dye)
Daftar Kerusakan Cuaca Ekstrem 16 Oktober 2023
1. Kayutangi depan lapangan bola.
2. Glow Mesjid Jami.
3. Atap rumah Batu Benawa 10.
4. Pohon tumbang Sabilal.
5. Pohon tumbang Piere Tendean.
6. Pohon tumbang Yus Sudarso.
7. Pohon tumbang Unlam.
8. Pohon tumbang menimpa rumah di Sungai Miai.
9. Atap rumah terbang Sungai Andai Komp Purnama Permai 3 Jalur 9B.
10. Pohon tumbang Samsat Kayu Tangi.
11. Atap rumah lepas Sungai Miai Rt.09.
12. Pohon Tumbang Di Samping Al Khair Teluk Dalam.
13. Atap Indomaret Benua Anyar.
14. Baliho Kampung Melayu Dekat Mesjid.
15. Atap rumah lepas Batu Merah 3 Rt 48 Sei Andai.
16. Warung roboh depan Soumah Mesjid Jami.
17. Baliho Mesjid Hasan Majedi.
18. Pohon tumbang Simpang Gusti 5.
19. Atap atau ACP roboh Kampus Unlam.
20. Atap terbang Panti Asuhan Sungai Miai.
21. Pohon tumbang Batu Merah 3.
22. Pohon tumbang Antasan Kecil Barat pinggir jalan Pasar Lama.
23. Atap taso rusak samping Kompleks PWI Jalan Sungai Andai.
24. Atap terbang 3 buah rumah Kompleks Akasia Sungai Andai Dekat SD.
25. Pohon tumbang dekat SDN Sungai Jingah 1 Jahri Saleh.
26. Atap kanopi terbang Jahri Saleh Kompleks Veteran.
27. Atap terbang Jahri Dekat Lapangan Bulu Tangkis.
28. Pohon tumbang Kompleks Taman Pesona Permai Sungai Andai. Editor : Arief