Kepala DKPP Tanah Bumbu, Hairuddin, mengatakan gerakan vaksinasi rabies ini sangat penting untuk memberikan perlindungan kepada hewan peliharaan dan manusia.
“Meskipun di Tanah Bumbu belum mencatat kasus rabies, penting untuk tetap waspada karena gigitan hewan yang terkena rabies dapat membahayakan manusia,” ujarnya saat membuka acara tersebut bersama dengan Kepala Bidang Peternakan Kesehatan Hewan dan pejabat fungsional.
Menurut Hairuddin, rabies adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf pusat. Penyakit ini dapat menular melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, seperti anjing, kucing, monyet, atau kelelawar. Gejala rabies pada hewan antara lain agresif, gelisah, mengeluarkan air liur berbusa, atau mati mendadak. Sedangkan gejala rabies pada manusia antara lain demam, sakit kepala, kesulitan menelan, kejang-kejang, atau koma.
“Rabies adalah penyakit yang mematikan dan tidak ada obatnya. Oleh karena itu, pencegahan adalah hal yang utama. Salah satu cara pencegahan adalah dengan memberikan vaksinasi kepada hewan peliharaan secara rutin setiap tahun,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan DKPP setempat, Andrie J Tenggara menuturkan, vaksinasi rabies dilakukan serentak di empat lokasi. Yakni Kantor DKPP Tanah Bumbu, Puskeswan Manunggal Kecamatan Karang Bintang, Puskeswan Sebamban Kecamatan Sungai Loban, dan Puskeswan Kecamatan Angsana. “Adapun jumlah hewan yang divaksin mencapai 657 ekor. Yakni 378 anjing, 278 kucing, dan satu monyet,” sebutnya.
Andrie juga mengimbau agar masyarakat yang memiliki hewan peliharaan untuk mengikuti vaksinasi rabies ini. Ia juga meminta agar pemilik hewan peliharaan mengandangkan hewan mereka agar tidak berkeliaran dan berpotensi menularkan rabies. “Jika ada hewan peliharaan yang tergigit oleh hewan liar atau tidak diketahui status kesehatannya, segera bawa ke puskeswan atau dokter hewan untuk mendapatkan penanganan,” katanya.
Selain itu, Andrie juga memberikan tips bagi masyarakat yang tergigit oleh Hewan Penular Rabies (HPR). “Langkah pertolongan pertama adalah mencuci luka dengan air mengalir dan sabun selama 15 menit. Kemudian segera berkonsultasi ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan vaksin anti rabies (VAR) atau serum anti rabies (SAR) sesuai petunjuk petugas kesehatan,” ucapnya. (dza/al/ram) Editor : Arief