Diantara penampilan seni yang bikin heboh tersebut saat Sanggar Seni Pusaka Sa-Ijaan menampilkan Tarian Dayak Pedalaman Bajajak di Hiyang yang diiringi Group Musik Tradisional Gangsa Swara.
Tarian Bajajak di Hiyang ini merupakan tarian baru dan garapan yang memang dipersiapkan untuk acara Indokraf di Bali ini.
Maknanya dari tarian ini, menceritakan tentang gelang hiyang yang biasa dipakai masyarakat Dayak sebagai tameng atau amulet perlindungan dari hal hal buruk.
Awal ceritanya, Bidang Event, Pertunjukan dan Ekonomi Kreatif Disparpora Kotabaru sedang menampilkan pertunjukan di Lippo Mall Kuta Bali dalam acara Indokraf Indonesia 2023.
Saat itu, seisi Mall heboh, para peserta dan pedagang menonton penampilan tersebut. Setelah selesai acara, panitia yang menggarap Indokraf tersebut langsung mendatangi Rudi Nugraha Kabid Event, Pertunjukan dan Ekraf Disparpora.
Saat itu panitia meminta kepada Kabid agar apa yang sudah ditampilkan di dalam Mall kembali ditampilkan di luar Mall.
Mendapat tawaran tersebut Rudi Nugraha tanpa basa basi langsung mengiyakan apa yang diinginkan panitia.
Sebelum berlangsungnya penampilan, ratusan WNA atau dikenal Bule tersebut sedang Asik santai sambil makan dan minuman.
Namun setelah musik dimainkan para Bule tersebut langsung tercengang mendengar suara musik panting gendang dan gamelan sambil diiringi tarian khas Dayak pedalaman.
Sedangkan untuk lagunya setelah tarian yaitu lagu ayo ke Kotabaru dan musik instrumen Maikat Janji.
Di akhir penampilan, Gangsa Swara membawakan lagu Paris Barantai dan para penari dari Sanggar Seni Pusaka Sa-Ijaan mengajak puluhan bule untuk menari bersama.
Sontak suasana di depan Lippo Mall Kuta Bali berubah seperti suasana yang ada di Kotabaru.
Rudi Nugraha Kabid Event, Pertunjukan dan Ekraf Disparpora Kotabaru menjelaskan bahwa apa yang ditampilkan Gangsa Swara dan Sanggar Seni Pusaka Sa-Ijaan ini adalah cara promosi wisata daerah melalui seni budayanya.
“Terlihat dari para Bule saat mendengarkan ikut berjoget dan mengabadikan video, dan setelah itu mereka bertanya dimana sih Kotabaru, dan saya pribadi langsung menjelaskan sekaligus memberikan brosur tentang wisata Kotabaru,” jelasnya.
Sementara, salah satu penari dari Sanggar Seni Pusaka Sa-Ijaan mengungkapkan dirinya sangat
gugup namun penuh dengan kesenangan.
“Jujur ya ka, ini pertama kalinya saya teman teman melakukan pertunjukan di hadapan orang-orang yang bukan hanya dari kalangan Indonesia tapi juga Bule dari berbagai penjuru dunia,” senangnya.
Saat itu lanjutnya, ia pribadi ada sedikit rasa takut Bule yang menonton tersebut tidak menikmati, dan ternyata apa yang dikhawatirkan salah dan Bule saat itu sangat menikmati. (Jum) Editor : Muhammad Helmi