Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

RC Boat, Bukan Mainan Biasa

Arief • Sabtu, 7 Oktober 2023 | 06:08 WIB
ASYIK BANGET: Komunitas RC Boat Banjarmasin saat bermain di Sungai Alalak, Banjarmasin Utara, Jumat (6/10) sore. Mereka bermain RC untuk melepas penat dari rutinitas pekerjaan. | FOTO:  WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN 
ASYIK BANGET: Komunitas RC Boat Banjarmasin saat bermain di Sungai Alalak, Banjarmasin Utara, Jumat (6/10) sore. Mereka bermain RC untuk melepas penat dari rutinitas pekerjaan. | FOTO:  WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN 
Desing mesin elektrik dari perahu radio kontrol itu terdengar nyaring. Boat remote control (RC boat) itu melesat, membelah gelombang Sungai Alalak.

****
BANJARMASIN - RC boat berkelir biru putih itu akhirnya karam diterjang gelombang. Dengan sigap sejumlah pemuda mengayuh perahu ke tengah sungai untuk mengevakuasinya.

Si pemegang remot, Hanani Fadlilah tampak agak kecewa. "Hanya penutup bagian atas perahu yang hilang. Masih bisa dibikin. Mesin dan lain-lainnya aman," ujarnya menghibur diri.

Tepian anak Sungai Martapura di Jalan Cemara Ujung, Banjarmasin Utara itu tampak ramai kemarin (6/10) sore.

Mereka yang tergabung dalam Komunitas RC Boat Banjarmasin berkumpul untuk melabuh perahu remot kontrolnya.

RC boat scale dibuat semirip mungkin dengan aslinya. Ada yang seperti perahu nelayan, perahu wisata, speedboat, kapal perang, bahkan tugboat pengangkut batu bara.

Digerakkan dinamo yang diberi daya baterai, dikontrol dengan remot jarak jauh.

"Kalau terus dimainkan, baterai cuma bertahan sekitar lima tujuh menit," ungkap Fadel, sapaan Hanani.

Selain pabrikan, ada juga yang dirakit sendiri oleh racer (sebutan pemain RC boat). Contoh tugboat milik M Rizal. "Lama tak dimainkan, jadi berdebu," tunjuknya.

Ketika dilabuh, kapal itu meluncur pelan. Namun tangguh menerjang gelombang sungai.

Sementara Wahyu, pemuda asal Lok Baintan ini membawa perahu wisata. Diutarakannya, para racer menjadikan hobi ini sebagai pelepas penat dan jenuh dari pekerjaan. "Mengasyikkan," ujarnya.

Photo
Photo
ASYIK BANGET: Komunitas RC Boat Banjarmasin saat bermain di Sungai Alalak, Banjarmasin Utara, Jumat (6/10) sore. Mereka bermain RC untuk melepas penat dari rutinitas pekerjaan. | FOTO:  WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Namun, hobi itu juga ternyata bisa membawa cuan. Wahyu sendiri kerap mendapat pesanan untuk membuat RC boat.

Untuk membuat satu kapal, Wahyu perlu beberapa pekan. "Harganya tergantung bentuk perahu yang dipesan. Saya cuma membuat bodi perahu. Untuk mesinnya tentu saja membeli pabrikan," jelasnya.

Di pasaran, paling murah RC boat scale dijual Rp1,5 juta per unit. Untuk spek kompetisi di atas Rp3 juta.

Kembali pada Fadel, diceritakannya, para builder (perakit) kerap menjadikan kapal-kapal yang berseliweran di sungai-sungai di Banjarmasin sebagai model untuk ditiru.

"Kapal-kapal asli di tempat kita telah menginspirasi mereka," ujarnya.



Biasanya para racer mencari sungai yang tenang. Maka memilih sungai sebesar Sungai Alalak atau Sungai Martapura merupakan sebuah tantangan.

"Risikonya cukup besar. Misalnya mesin mati mendadak lantaran rodanya tersampah, hilang terbawa arus, atau karam dihantam gelombang," ujarnya.

Menyiasatinya, di dalam badan RC boat dikasih busa. Agar tetap mengapung ketika terbalik dan mudah diselamatkan. "Paling aman ya main di danau buatan," tukasnya.

"Kalau misalnya muncul masalah pada bagian kelistrikan, biasanya langsung ditangani kawan-kawan komunitas. Saling bantu dan saling belajar," tambahnya.

Dari sekian RC boat scale yang tampil kemarin, ada yang aneh: sebuah kapal hitam, sekilas mirip tank amfibi.

Ternyata itu jenis Cataraman. Memiliki dua lambung di kiri dan kanan, RC boat ini dibangun dengan bahan fiber. Membuatnya lebih stabil ketika berada di atas air.

Photo
Photo
MELESAT: Perahu radio kontrol menerjang gelombang di Sungai Alalak, Jumat (6/10) sore. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

RC boat ini dirancang khusus untuk pemetaan kawasan. Komponen di dalam bodinya pun beda. Selain dinamo dan baterai, juga terpasang GPS.

Sesuai tujuannya, perahu ini tak bisa ngebut. "Dua meter per detik. Tapi hasil pemetaannya jadinya kurang rinci," kata Ogeng si pemilik.

Kian petang, bantaran sungai kian ramai. Banyak warga yang mendekat untuk menonton.

"Menghibur sekali. Jadi pemandangan mengasyikkan di sore hari," ungkap Zulkifli, warga setempat. (war/az/fud) Editor : Arief
#Komunitas