Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ada Bom Meledak di Lapangan Murdjani

Arief • Jumat, 6 Oktober 2023 | 06:01 WIB
MELEDAK: Pertunjukan simulasi aksi terorisme pada peringatan HUT TNI ke-78 di Lapangan dr Murdjani Kota Banjarbaru | FOTO: FIKRI UNTUK RADAR BANJARMASIN
MELEDAK: Pertunjukan simulasi aksi terorisme pada peringatan HUT TNI ke-78 di Lapangan dr Murdjani Kota Banjarbaru | FOTO: FIKRI UNTUK RADAR BANJARMASIN
Suara ledakan bom yang menggelegar disusul kobaran api terjadi di tengah lapangan dr Murdjani, Kota Banjarbaru. Hal itu sontak mengagetkan warga yang saat itu tengah sibuk dengan pekerjaannya.

***
Suasana damai di tengah kota tiba-tiba pecah, lantaran adanya teriakan dari teroris yang hendak menyandera seorang pejabat. Pejabat yang berpakaian lengkap dengan jas dan dasi merahnya itu pun tak berdaya di hadapan teroris. Langsung dimasukkan ke dalam sebuah bus berwarna putih. Warga Banjarbaru yang berada di sekitar Lapangan dr Murdjani akhirnya dibuat geger.

Mendengar adanya penyanderaan ini, sejumlah pasukan TNI Angkatan Darat (AD) dari Yonif 623/Bhakti Wira Utama (BWU) langsung turun tangan mengejar bus yang diduga membawa sandera. Dengan menurunkan kendaraan taktis serta persenjataan lengkap, baku tembak tak terhindarkan.

Setelah berhasil menghentikan bus, upaya penyelamatan sandera dilakukan. Jendela bus dipecahkan, teroris dilumpuhkan, dan sandera berhasil diselamatkan.

Beberapa pasukan berupaya mengejar sebagian terduga teroris lainnya di sebuah markas. Usai melumpuhkan teroris, markas itu pun diledakkan.

Aksi penanganan terorisme itu dipamerkan di tengah momentum HUT ke-78 TNI yang disaksikan oleh ribuan pasang mata.

Komandan Korem 101/Antasari, Brigjen TNI Ari Aryanto membeberkan rangkaian simulasi yang ditunjukkan terinspirasi dari strategi perang yang pernah diterapkan Jenderal Besar Soedirman. Jati diri prajurit TNI yang sebenarnya adalah mengorbankan segalanya untuk kepentingan bangsa dan negara.

Photo
Photo
DISANDERA: Seorang pejabat disandera teroris pada pertunjukan HUT TNI ke-78 di Lapangan dr Murdjani Kota Banjarbaru. | FOTO: FIKRI UNTUK RADAR BANJARMASIN

Dihadapkan dengan situasi saat ini, TNI juga harus meningkatkan profesionalisme. “Simulasi seperti tadi, salah satu kemampuan prajurit TNI khususnya di jajaran Korem 101 yaitu Yonif 623/BWU,” ujarnya.

Jenderal bintang satu ini menambahkan, sesuai pasal 7 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Selain menjalankan tugas pokok, prajurit TNI juga diberi amanat untuk mengatasi aksi terorisme.

Peringatan HUT TNI juga menampilkan teater o. Tidak hanya itu, berbagai pertunjukan pun ditampilkan dengan iringan-iringan musik marching band, demonstrasi peleton senapan angkatan darat, laut, udara, dan seni bela diri karate hingga atraksi ketangkasan.

Semua itu ditunjukkan untuk membuktikan bahwa Jenderal Soedirman pantas menjadi sosok yang dihormati, baik sebagai sosok pahlawan maupun sebagai Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia pertama. "Menampilkan pahlawan Jenderal Soedirman, seperti ada perang gerilya. Tiba-tiba ada perjanjian Renville itu yang dibatalkan sama Belanda, terus diserbu Belanda," ujar seorang pemeran Jenderal Soedirman dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) prodi Seni Pertunjukan, Ayub.

Untuk menampilkan peran sebagai Jenderal Soedirman, Ayub berlatih kurang lebih satu pekan lamanya dengan jumlah anggota sekitar 100 orang.

Bahkan, demi mendalami perannya sebagai Jenderal Soedirman, ia menonton film-film Soedirman di Youtube dan dokumenter lainnya.

Photo
Photo
MEMUKAU : Penampilan tentang sejarah Jenderal Soedirman yang melawan para penjajah Belanda dari mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) prodi Seni Pertunjukan. | FOTO: FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN

Ia menjelaskan, Jenderal Soedirman ini dikenal dan dikenang dunia dengan taktik perang Supit Urang yang telah diperkenalkannya. Taktik Supit Urang adalah taktik penyerangan dari dua sisi yang bertujuan membuat musuh terperangkap.

Oleh karena itu, Jenderal Soedirman dikenal sebagai tokoh taktik cerdik, dan salah satu bukti dari Kebesaran Tuhan. Pada suatu waktu penyamaran Jenderal Soedirman ketahuan di hadapan prajurit Belanda, namun tetap tidak diketahui oleh Belanda. "Waktu beliau (Soedirman, red) lagi sakit, kemudian di bom Belanda, beliau pantang menyerah demi membela negara. Terus datang ke Soekarno, melaporkan mau perang," katanya.

"Yang jelas Kebesaran Tuhan, karena beliau pernah ketahuan, tapi tetap saja Belandanya nggak tahu. Kebesaran Tuhan itu luar biasa," tambah Ayub.

Pengunjung dari Landasan Ulin, Nisa mengatakan memang setiap tahunnya selalu menanti-nantikan pertunjukan HUT TNI ini bersama keluarganya. Pertunjukan favoritnya kemarin ketika meledaknya bom, dan penampilan dari marching band. "Iya sengaja nonton. Keren-keren sih. Seru. Jadi lumayan menghibur kami sebagai masyarakat," ungkapnya.(zkr/gr/dye) Editor : Arief
#tni