"Malahan setelah hujan reda di tiga desa tadi, hujan mengguyur di Desa Barunai Baru," ungkap Haryati (56) warga Anjir Pasar Kota II.
Awalnya, ia mengira hujan yang turun adalah hujan buatan. Namun setelah mendengar bunyi petir beberapa kali, ia meyakini jika hujan faktor alam. "Saya mengira hujan buatan, tapi petir dan angin ada. Syukurlah hujan turun, walau hanya kurang lebih 15 menit. Setidaknya membasahi bumi yang sudah lama mengering," ucapnya.
Haryati berharap hujan kembali mengguyur wilayah Batola, Banjarmasin, Banjarbaru, hingga kabupaten lainnya. Mengingat berbagai daerah ini sedang diselimuti asap karena karhutla. "Semoga hujan menjadi berkah dan manfaat bagi kita," doanya.
Kepala Desa Jejangkit Muara, Jamhari mengungkapkan bahwa menjelang sore hujan turun di desanya. Namun gerimis saja, tak sederas di kecamatan Anjir. "Tidak sampai membasahi lahan-lahan yang kekeringan. Tapi, Alhamdulillah ada hujan turun. Itu khusus desa kami saja, tidak tahu desa lain di Kecamatan Jejangkit," kata Jamhari.
Desa tetangga Jejangkit Muara, Desa Behandang juga diguyur hujan. Desa ini lokasi yang karhutlanya juga luas. Bahkan telah membakar SDN Behandang 1. "Alhamdulillah hujan. Lumayan lama turunnya," sambung Rusdi, perangkat Desa Behandang.
Plt Kepala BPBD Kabupaten Batola, Aris Saputera mengatakan bukan hujan buatan yang terjadi di Kabupaten Batola, kemarin. Murni hujan dari alam. "Di Jejangkit informasi yang kami dapat setengah jam, dan beberapa wilayah lain juga," kata Aris.
Jejangkit termasuk wilayah yang cukup luas titik kebakaran lahan dan hutan. Walaupun hujannya tak lama, Aris berharap bisa membuat dingin dan basah lahan-lahan di sana.(lan/gr/dye) Editor : Arief