Tiga pejabat yang dilantik adalah dr Tabiun Huda, menjabat Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin.
Selanjutnya, Puryani menjabat Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin.
Terakhir Yuliansyah Effendi, yang dilantik sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin.
Namun, hanya dr Huda dan Yuliansyah yang hadir. Puryani hanya bisa mengikuti secara daring lantaran sedang sakit.
Mereka adalah para pemenang lelang jabatan yang dibuka pemko pada pertengahan Agustus lalu. Dalam proses seleksi, ketiganya menyisihkan pelamar lainnya.
Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina tidak mempermasalahkannya. Menurutnya secara prinsip mereka telah sah dilantik.
"Hanya absensial saja. Dulu, sewaktu covid kami juga pernah melantik seorang kadis secara daring," ujarnya usai pelantikan.
"Jadi sudah resmi dilantik, tinggal sumpahnya saja nanti menyusul," tambahnya.
Lebih penting, ketiganya tak akan lama-lama beradaptasi. Mengingat ketiga dinas itu memiliki banyak tugas dan anggaran.
"Memerlukan kecepatan untuk menyelesaikan tugas yang ada. Khususnya yang berkaitan dengan program prioritas, sesuai visi misi Banjarmasin Baiman," harapnya.
"Masih ada waktu waktu sebelum akhir tahun. Jika ada program fisik yang sudah dilelang, segera selesaikan dalam waktu tiga bulan terakhir," pungkas Ibnu.
Terpisah, salah seorang pejabat yang dilantik, dr Tabiun Huda mengaku siap langsung bekerja.
Tugas pertamanya adalah menghadapi kabut asap imbas karhutla. Hingga angka kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Banjarmasin melonjak.
"Kami akan menggelar rapat koordinasi lintas SKPD untuk merumuskan langkah terbaik," ujarnya.
Yang tinggal dijalankan adalah pembagian bantuan masker kepada warga kota dan pelajar.
"Dari segi penanganan, 28 puskesmas dan satu rumah sakit sudah disiapkan untuk itu," pungkasnya. (war/az/fud) Editor : Arief