Pasalnya, di saat masa jabatan ketiganya berakhir pada Selasa (19/9) lusa, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor harus berangkat ke Jakarta. Menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPR RI dan Mendagri.
Sedianya besok itu, gubernur akan melantik Penjabat (Pj) bupati di tiga daerah itu. “Hanya beberapa jam saja terjadi kekosongan. Tak berhari-hari, apalagi sampai hitungan bulan,” kata Plt Kepala Biro Pemerintahan dan Organisasi Daerah Setdaprov Kalsel, Fitri Hernadi, kemarin (17/9).
Ia mengungkap gubernur dipastikan akan hadir di Senayan. Terlebih, undangan datang langsung dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri). RDP sendiri membahas persiapan Pemilu 2024 bersama Komisi II DPR RI. “Sebelumnya dijadwalkan pelantikan Selasa (19/9). Karena pimpinan harus menghadiri undangan RDP, ditunda ke Rabu (20/9),” terangnya.
Fitri menegaskan penundaan pelantikan hanya hitungan jam. Jadi, tak akan memengaruhi roda pemerintahan di daerah. “Berakhirnya kan Selasa pukul 24.00 Wita. Besok paginya (Rabu, red) akan dilakukan pelantikan. Jadi tak berpengaruh,” bandingnya.
Pelantikan Pj Bupati tiga daerah sendiri akan dilaksanakan di Gedung Ideham Chalid, Perkantoran Pemprov Banjarbaru. “Tidak di Banjarmasin, langsung ketiganya di Ibu Kota Kalsel di Banjarbaru,” jelasnya.
Untuk diketahui, Mendagri Tito Karnavian sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) penunjukan Pj Bupati Tapin, Tanah Laut, dan HSS.
Untuk Pj Bupati HSS ditunjuk Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel Hermansyah. Sedangkan Pj Bupati Tanah Laut adalah Syamsir Rahman yang merupakan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel. Sementara untuk Pj Bupati Tapin adalah Kepala Dinas Pariwisata Kalsel.
Kabar pelantikan digelar pada Rabu (20/9) mendatang, sudah diketahui Herman. Dia mengaku tak masalah. Apalagi penundaan ini lantaran ada kegiatan gubernur yang lebih penting.
“Gubernur mendapat undangan khusus dari Mendagri untuk ikut RDP bersama DPR RI. Ini suatu kehormatan bagi Kalsel. Saya tak masalah, menunggu saja,” ujar Herman, kemarin.(mof/gr/dye) Editor : Arief