Menurut Fadli, masyarakat Banjarbaru dikenal heterogen yang dihuni beragam suku, agama dan budaya yang tumbuh dan semakin berkembang seiring perkembangan serta kemajuan zaman. Walaupun begitu, selama ini masyarakat Kota Banjarbaru masih tetap hidup rukun dan damai tanpa konflik maupun gejolak.
Bahkan menurut Fadli, walaupun saat ini sudah banyak komunitas dan paguyuban yang tumbuh dan berkembang di kota keharmonisan hidup di Ibu Kota Banjarbaru masih bisa terjaga. "Oleh karena itu, kami nilai PKD yang difasilitasi oleh Pemkot Banjarbaru sangat tepat dalam melestarikan dan menyatukan seni dan budaya daerah yang tumbuh berkembang di Banjarbaru," ungkapnya.
Politikus muda Partai Gerindra itu menilai, gelaran PKD ini memberikan hiburan bagi seluruh masyarakat, selain itu juga membawa dampak positif bagi pariwisata Banjarbaru karena banyak orang yang datang dan berkunjung ke Kota Idaman. "Selama kegiatan, tentunya banyak masyarakat yang melihat sehingga terhibur disamping orang luar daerah yang datang dan berkunjung untuk menyaksikan beragam seni maupun budaya daerah," ucapnya.
Diketahui, PKD yang diselenggarakan selama 9 hari sejak 9-17 September 2023 di Lapangan Dr Murdjani Banjarbaru itu menampilkan beragam seni maupun budaya yang ada di kota setempat.
Sejumlah kesenian dan budaya daerah ditampilkan melalui 23 stand yang diberikan gratis dan diisi komunitas maupun paguyuban sehingga bisa menampilkan budaya masing-masing. (zkr/al/ram)
Editor : Muhammad Helmi