Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Banjarmasin Di-fogging, Berharap Angka DBD Terus Menurun

Arief • Selasa, 29 Agustus 2023 | 10:21 WIB
FOGGING: Pengasapan menjadi salah satu upaya yang dilakukan ketika sudah ada temuan kasus DBD di sebuah kawasan. Dinkes Banjarmasin mencatat hingga Juli 2023, tren kasus DBD mengalami penurunan. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
FOGGING: Pengasapan menjadi salah satu upaya yang dilakukan ketika sudah ada temuan kasus DBD di sebuah kawasan. Dinkes Banjarmasin mencatat hingga Juli 2023, tren kasus DBD mengalami penurunan. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
BANJARMASIN - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Banjarmasin hingga Juli 2023, diklaim mengalami penurunan.

Mengacu data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, pada Juli tadi hanya ada tiga kasus DBD. Turun dari bulan sebelumnya, utamanya Juni, yang berjumlah lima kasus.

Plt Kepala Dinkes Banjarmasin, M Ramadhan menjelaskan penurunan kasus terjadi sejak bulan Maret lalu dengan tujuh kasus.

"Selanjutnya pada bulan April, itu ada lima kasus. Bulan Mei, ada sembilan kasus," bandingnya ketika ditemui di Balai Kota, kemarin (28/8) siang.

"Berbeda dari bulan Januari berjumlah 23 kasus, dan bulan Februari itu 17 kasus. Bila ditotal dari Januari hingga Juli 2023, kasus DBD berjumlah 69 kasus," hitungnya.

"Jadi, tren DBD memang mengalami penurunan. Adapun kasus meninggal dunia akibat DBD ada tiga kasus," tambahnya. Ramadhan juga yakin penurunan kasus itu terjadi seiring dengan terbentuknya kesadaran masyarakat terkait upaya pencegahan DBD.

Lantas, bagaimana dengan adanya musim kemarau ini, apakah juga berpengaruh terhadap kemunculan DBD? Ramadhan bilang bila melihat data yang ada, kondisi itu tampaknya tidak berpengaruh di Kota Banjarmasin.

Apalagi diakuinya ada imbauan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bahwa musim kemarau juga rentan dengan adanya serangan DBD. "Kelompok yang paling rentan terserang virus akibat gigitan nyamuk aedes aegypti ini adalah anak-anak," ucapnya.

"Namun yang pasti, kami akan terus melakukan sosialisasi dan pencegahan," tekannya.

Pihaknya tak bisa langsung melaksanakan upaya pengasapan alias fogging. Ia bilang itu harus didahului dengan upaya pemantauan dari tim epidemiologi.

"Kalau sudah positif dan dipantau oleh epidemiologi, baru fogging bisa dilakukan," ungkapnya.

"Mudah-mudahan dalam bulan Agustus ini dan seterusnya, angka DPD terus menurun," harapnya.(war/az/dye) Editor : Arief
#demam berdarah #kesehatan masyarakat