Wajah-Wajah Baru, Dari Banua Menuju Senayan: Ada Anak Gubernur dan Wagub

Arief • Dipublikasikan Senin, 21 Agustus 2023 | 18:56 WIB
Sandi Fitrian Noor (kiri) Putra Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dan Karmila (kanan)Putri Wakil Gubernur Kalsel, Muhidin
Sandi Fitrian Noor (kiri) Putra Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dan Karmila (kanan)Putri Wakil Gubernur Kalsel, Muhidin
BANJARMASIN - Perebutan kursi DPR RI di Pileg 2024 untuk Dapil Kalsel bakal seru. Selain wajah lama, wajah baru juga bermunculan.

Latar belakang mereka bermacam-macam. Dari eks kepala daerah, purnawirawan Polri, ulama, mantan calon Gubernur Kalsel, hingga anak gubernur. Siapa mereka?

Untuk eks anggota DPRD, ada nama Haryanto. Bekas kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu bertarung di Dapil Kalsel 2. Dapil ini meliputi Banjarmasin, Banjarbaru, Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Dari Partai Amanat Nasional (PAN), ada nama Karmila (putri Wakil Gubernur Kalsel, Muhidin). Wakil Ketua DPRD Kalsel itu juga bertarung di Dapil Kalsel 2.

Masih di dapil ini, ada juga Wakil Ketua DPRD Kalsel yang lain. Dia adalah Mariana.
Nama lain adalah Akhmad Rozanie. Anggota DPRD Kalsel dari Fraksi Nasdem itu bertarung di Dapil 2. Dapil ini meliputi Banjar, Barito Kuala, Balangan, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Tabalong dan Tapin.

Sementara wajah baru, ada eks kader PDI Perjuangan, Sukamta. Mantan Bupati Tanah Laut itu diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Dapil Kalsel 2.

Mantan kepala daerah lain adalah Sudian Noor. Mantan Bupati Tanah Bumbu berstatus bacaleg PAN yang bertarung di Dapil Kalsel 2.

Selain itu, ada mantan Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Berry Nahdian Forqan. Berry maju sebagai bacaleg PDI Perjuangan di Dapil Kalsel 1.

Dan jangan lupa, ada dua mantan Kapolda Kalsel. Rikwanto maju sebagai bacaleg Partai Golkar dan Machfud Arifin sebagai bacaleg Nasdem. Keduanya bertarung di dapil yang sama, Dapil Kalsel 2.

Dari kalangan ulama, ada nama Kiai Syarbani Haira. Mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalsel itu maju di Dapil Kalsel 2 melalui PDI Perjuangan. Masih di dapil yang sama, ada Kiai Bahrul Ilmi yang diusung PPP.

Pendatang baru lainnya adalah Denny Indrayana. Calon Gubernur Kalsel di Pilkada 2019 itu maju sebagai bacaleg Partai Demokrat di Dapil Kalsel 2.

Gubernur Kalsel yang juga Ketua DPD Partai Golkar, Sahbirin Noor juga mendorong putranya--Sandi Fitrian Noor maju di Dapil Kalsel 1.

Bagaimana dengan wajah-wajah lama? Sebagian petahana dipastikan maju kembali. Bahkan ada yang sudah berganti partai.

Contoh Saiful Rasyid. Lima tahun lalu, mantan Bupati HST itu diusung Partai Gerindra. Tahun depan, ia diusung Partai Demokrat.

"Beliau (Saiful Rasyid) baru mengundurkan diri sebagai kader Gerindra sebelum penetapan DCS," terang Wakil Ketua 1 Bidang OKK DPD Partai Gerindra Kalsel, Ilham Nor kemarin (20/8).

Selain Saiful, petahana yang kembali maju adalah Syaifullah Tamliha, Khairul Saleh, Hasnuryadi Sulaiman, Bambang Heri Purnama, Aida Muslimah, dan Difriadi.



Sisi lain, pengamat politik dan hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Mohammad Effendi mengatakan, wajah baru bukan tak bisa menyaingi petahana yang sudah malang melintang di dunia politik.

Apalagi mereka yang berlatar belakang memiliki jabatan publik. Tentu akan mudah mendekati konstituen.

"Memang melawan petahana yang sudah memiliki basis massa dan konstituen terbina lama cukup susah, tapi ketika pendatang baru ini memiliki kesan yang bagus saat menjabat, akan menambah nilai jualnya," kata Effendi kemarin.

Belum lagi ketika para pendatang baru ini punya strategi yang bagus dalam mencari suara. Effendi berpendapat, terutama mereka yang masih muda, harus bisa meyakinkan pemilih bahwa dia akan membawa perubahan.

"Ini yang harus disampaikan kepada pemilih. Para pendatang baru ini harus mengerti betul, masyarakat di dapil mereka memerlukan dan menginginkan apa yang belum terlaksana," tukasnya.

Dan para pendatang baru ini harus pintar-pintar memainkan isu Pilpres di pusat. "Seorang calon presiden akan membawa efek kepada kontestasi di Pileg," pungkas mantan komisioner KPU Kalsel itu. (mof/gr/fud) Editor : Arief
MENUJU 2024 Caleg 2024