ASN yang diambil sumpah dan jabatan merupakan jabatan pimpinan tinggi pratama, jabatan administrator, jabatan pengawas dan fungsional. Dari 114 yang dimutasi, dua di antaranya adalah pejabat eselon II.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin, Muhammad Makhmud menempati jabatan baru sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin. Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Muhammad Ramadhan menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan mutasi di dalam sebuah organisasi adalah sesuatu yang wajar. Ada pensiun, atau promosi jabatan, sehingga jabatan yang kosong harus diisi dengan wajah baru. “Mutasi sejumlah kadis ini sifatnya penyegaran. Lagi pula sudah dua tahun menjabat,” ujarnya kepada awak media.
Meski keduanya sudah menempati jabatan baru, sementara waktu tetap masih merangkap jabatan. Menunggu pejabat yang baru. “Plt dinkes tetap dipegang mantan kadinkes. Begitu pula dengan Dinas Ketahanan Pangan, juga dirangkap oleh pejabat sebelumnya,” katanya.
Selain melakukan mutasi sejumlah ASN, lanjut Ketua Partai Demokrat Kalsel ini, pihaknya juga melantik sejumlah eselon IVa yang akan menempati jabatan baru di sekretariat daerah (Setda). “Ada 20 pejabat struktural yang kami lantik untuk di setda,” terangnya.
Lalu bagaimana dengan jabatan yang kosong? Ibnu berjanji pihaknya akan secepatnya menggelar lelang jabatan kepala dinas yang kosong tersebut. Hanya saja, dia belum menyebut kapan waktunya.
“Ada 3 eselon dua yang kosong. Insya Allah kita akan secepatnya menggelar seleksi terbuka untuk mengisi jabatan kadis yang kosong tersebut. Mudahan transisi ini cepat,” ucapnya.(gmp/az/dye) Editor : Arief