Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Mau Dibangun Taman, 17 Kios Pedagang di Perempatan Giuntung Manggis Diminta Pindah

Arief • Sabtu, 5 Agustus 2023 | 11:48 WIB
SEGERA DIBONGKAR: 17 kios PKL di perempatan Guntung Manggis bakal ditertibkan Pemko Banjarbaru untuk pembangunan RTH | Foto: FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN
SEGERA DIBONGKAR: 17 kios PKL di perempatan Guntung Manggis bakal ditertibkan Pemko Banjarbaru untuk pembangunan RTH | Foto: FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN
BANJARBARU - Sebanyak 17 kios Pedagang Kaki Lima (PKL) di dekat perempatan jalan Guntung Manggis-Trikora, diminta angkat kaki alias pindah ke lokasi lain. Keputusan itu diambil lantaran tempat tersebut rencananya akan dijadikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau taman oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru.

Lurah Guntung Manggis, Zikru Rakhman menjelaskan, area tersebut awalnya merupakan lahan Fasilitas Umum (Fasum) milik Kompleks Citra Trikora. Kemudian lahan fasum tersebut dihibahkan kepada Pemerintah Kota Banjarbaru untuk bisa dimanfaatkan dan digunakan.

"Dari Disperkim ingin membuat RTH. Kami dari kelurahan diminta untuk menyampaikan ke para pedagang terkait rencana itu," ungkapnya saat ditemui awak media, Kamis (3/8) petang.

Dijelaskannya, bahwa proyek pembangunan RTH itu bersumber dari APBD Perubahan Tahun 2023. Sehingga sebelum kegiatan itu dimulai, maka lahan tersebut harus beres. Sehingga, para perdagangan diberikan toleransi waktu sampai pekan pertama Agustus 2023.

Diungkapkan Zikru bila sampai waktu yang sudah ditetapkan pedagang belum juga berpindah tempat, maka pihaknya akan melakukan tindakan selanjutnya. "Kami akan lapor pimpinan dulu untuk tindakan selanjutnya," jelasnya.

"Yang jelas sebelum surat pemberitahuan penertiban disampaikan, kami sudah mengadakan pertemuan bersama para pedagang," katanya lagi.

Ia mengklaim bahwa kabar terkait rencana penertiban itu direspon positif oleh para pedagang di sana. "Karena mereka sadar jika lahan yang dipakainya itu bukan miliknya. Saya juga yang menyampaikan langsung, apalagi ini tanggung jawab yang kami lakukan," ujar Zikru.

Mengetahui kabar bahwa kiosnya bakal ditertibkan, pemilik kios sekaligus para pedagang di sana pun hanya bisa pasrah. Salah satunya Masniah (46). Ibu tiga orang anak ini sadar bahwa lahan yang ditempatinya untuk berjualan sayur selama dua tahun ini bukan miliknya. "Dulu disini kan hutan, tidak dipakai. Jadi sebelum pemerintah memakai, tempat ini boleh aja kita yang memakainya," ujar Masniah Jumat (4/8) sore.

Selain itu, yang membuat dia legowo terkait penertiban tersebut. Selama ini kios miliknya ini juga tidak pernah dikenakan biaya sewa untuk pada lahan fasum kepunyaan Pemko Banjarbaru tersebut.

Saat disinggung bagaimana nasib usahanya ketika penertiban dilakukan, Masniah mengaku sudah mendapat tempat pengganti berjualan. "Sudah ada tempat baru di Kompleks Berlina 4 Guntung Manggis," ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan Marlina (45). penjual ayam goreng. Dirinya telah bersiap untuk pindah lokasi jualan. "Sudah ada pesan buat sewa tempat di seberang jalan, per bulan Rp 500 ribu. Mulai besok sudah mau siap-siap," ucapnya. (zkr/yn/ram) Editor : Arief
#Pedagang Kaki Lima PKL #Taman #Penggusuran