Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pawai Obor Ramaikan Perayaan Tahun Baru Islam: Kurangi Kiri, Perbanyak Kanan

Arief • Kamis, 20 Juli 2023 | 07:10 WIB
TAK INGIN KETINGGALAN: Tidak hanya orang tua dan para muda mudi. Anak-anak juga turut serta meramaikan malam tahun baru Islam. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
TAK INGIN KETINGGALAN: Tidak hanya orang tua dan para muda mudi. Anak-anak juga turut serta meramaikan malam tahun baru Islam. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
BANJARMASIN – Warga Banjarmasin berbondong-bondong meramaikan pawai obor pada Selasa (18/7) malam. Merayakan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1445 Hijriah.

Perayaan digelar terpusat di depan Musala Ratna Kumala, di kawasan Jalan Keramat Raya, Kelurahan Sungai Bilu, Kecamatan Banjarmasin Timur.

Sejak pukul 20.00 Wita, ribuan masyarakat diketahui sudah berkumpul di depan musala itu. Perlahan namun pasti, masyarakat kemudian berarak pelan mengitari kawasan Kelurahan Sungai Bilu.

Tak hanya membawa obor, ada pula warga yang membawa rebana. Terdengar kumandang takbir, juga lantunan selawat.

Salah seorang warga, Zaleha tampak antusias mengikuti pawai obor dalam rangka merayakan Tahun Baru Islam. Dia bilang, seluruh warga di kampungnya mengikuti pawai obor itu. Warga asal Kampung Hijau itu mengungkapkan kegiatan seperti itu sudah bertahun-tahun ditiadakan. Apalagi kalau bukan karena pandemi Covid-19.

"Alhamdulillah tahun ini bisa dilaksanakan lagi. Selain sudah menjadi tradisi tahunan ketika menyambut Tahun Baru Islam, ini menjadi hiburan tersendiri bagi warga," ungkap ibu rumah tangga itu.

Siti Fatimah juga membenarkan bahwa kegiatan itu selalu digelar menyambut Tahun Baru Islam. Selama itu pula, ia tak pernah absen untuk meramaikan. "Tahun Baru biasa dirayakan, masa Tahun Baru Islam tidak. Baiknya kan selalu dirayakan. Bahkan bisa lebih ramai lagi," harapnya.

Siti berharap melalui momentum perayaan Tahun Baru Islam, amal ibadah dari tahun ke tahun kian meningkat. "Lebih sukses dan lebih baik lagi. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan itu nomor satu," tegasnya.

Ketua pelaksana, Sukirman menjelaskan bahwa tercatat ada sebanyak 1.250 warga yang meramaikan pawai obor ini. Tidak hanya warga di Kelurahan Sungai Bilu saja. Tapi, juga datang dari sejumlah kawasan lainnya.

Photo
Photo
RAYAKAN TAHUN BARU ISLAM: Pelaksanaan pawai obor yang digelar di kawasan Jalan Keramat Raya, Selasa (18/7) malam. Selain merayakan malam 1 Muharram 1445 Hijriah, tradisi ini juga dilaksanakan untuk mempererat silaturahmi antar warga. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

"Terakhir kali kegiatan dilaksanakan pada 2019 lalu. Setelah itu, absen lantaran Covid-19. Selain sudah menjadi tradisi, kegiatan ini juga upaya mempererat silaturahmi antar warga," ungkapnya. Sukirman lantas berharap Kota Banjarmasin bisa lebih aman, damai dan tentram.

Pihak penyelenggara, H Rosehan NB juga membeberkan selain merayakan Tahun Baru Islam, kegiatan yang digelar juga dalam rangka mempererat silaturahmi. Ia juga berharap di Tahun Baru ini hingga tahun-tahun selanjutnya, seluruh masyarakat dapat lebih giat melaksanakan ibadah kepada Allah SWT.

"Istilahnya orang Banjar itu, kurangi negatif yang kiri, perbanyak yang kanan (hal positif, red). Semoga di Tahun Baru Islam ini, kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi," tuntasnya.



Pada malam itu, ratusan warga Kelurahan Seberang Mesjid juga menggelar pawai tanglong. Mereka berkeliling kampung sambil membaca burdah. Mulai anak-anak, remaja, hingga dewasa melakukan pawai bersama di bawah kegelapan malam.

Pawai dimulai dari Langgar Ampel di Jalan Pahlawan RT 7, Kelurahan Seberang Mesjid, Kecamatan Banjarmasin Tengah. Berkeliling kampung, dan kembali finis di Langgar Ampel.

“Baru pertama kali digelar di sini. Ramai ada arakan tanglong juga. Semoga tahun depan digelar lagi,” kata Yusuf warga Sungai Mesa.

Lurah Seberang Mesjid, Mochammad Subhan menuturkan arakan tanglong dan pawai obor ini merupakan ide dari warga yang masuk ke kelurahan. Panitia pelaksana pun melibatkan karang taruna, BPK, dan ketua RT setempat.

“Masyarakat yang mau, saya setuju. Apalagi kegiatannya positif untuk menyemarakkan Tahun Baru Islam. Tentu kita dukung penuh,” ujar Aan, panggilan lurah yang satu ini. “Jangan hanya Tahun Baru Masehi saja yang dirayakan meriah. Seharusnya malah Tahun Baru Islam yang lebih meriah,” bandingnya.

Peringatan Tahun Baru Islam ini sebenarnya mau digelar pada tahun 2020 lalu. Tapi, terkendala pandemi. Warga kala itu memilih menggelar secara sederhana di Langgar Ampel.

Baru tahun ini, rencana arakan tanglong dan pawai obor bisa terealisasi. Pelaksanaannya lancar dan sukses. Ini tak lepas dari dukungan seluruh masyarakat Kelurahan Seberang Mesjid.

Warga banyak memberikan sumbangan. Tidak hanya berupa uang maupun barang, tapi juga konsumsi. Aan melihat warganya yang ikut lebih dari 700 orang. Dapat dilihat dari kupon yang disiapkan panitia pelaksana. “Doorprize yang kami siapkan dari kumpulan donatur sebanyak 250. Makanya pembagiannya sampai malam,” tuturnya.

Rencananya event ini akan menjadi agenda rutin setiap menyambut 1 Muharam. Aan juga ingin menggelar tanglong antar RT. “Supaya tambah meriah (antar RT, red). Event ini juga salah satu untuk mempererat silaturahmi sesama warga,” cetus Aan.(war/gmp/az/dye) Editor : Arief
#Religi #Tahun Baru Islam