Sejumlah pekerja tampak menyelesaikan pengerjaan pembangunan miniatur itu, Selasa (18/7) tadi. Miniatur Kakbah tampak kokoh. Material yang digunakan adalah batu bata. Material serupa juga tampak pada bagian lantai tempat miniatur Kakbah itu dibangun.
Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Darul Quthni membeberkan bahwa pengerjaan miniatur itu sudah berjalan sekitar sebulan yang lalu. Dibangun di situ lantaran adanya masukan dari sejumlah masyarakat. Salah satunya, para pengusaha travel haji dan umrah.
Mereka mengeluh fasilitas melaksanakan manasik atau peragaan pelaksanaan ibadah bagi calon jemaah haji dan umrah di Banjarmasin dinilai masih terbatas. Berhubung masih ada lahan yang masih bisa dimanfaatkan di kawasan Sabilal Muhtadin, masukan pembangunan dari masyarakat itu akhirnya diamini.
"Dengan adanya miniatur ini, secara tak langsung membantu memudahkan para calon jemaah untuk melakukan manasik," harapnya.
Di kawasan taman itu tidak hanya dibangun sebuah miniatur Kakbah. Tapi, juga bakal dilengkapi dengan sejumlah fasilitas lain berkaitan dengan pelaksanaan manasik ibadah haji dan umrah. Misalnya, tempat untuk melempar Jumrah.
"Untuk menunjang pembinaan pelaksanaan ibadah haji dan umrah, seyogianya Masjid Raya Sabilal Muhtadin memiliki fasilitas itu" tekan Darul Quthni. "Kalau pembinaan untuk salat, puasa, hingga zakat, sudah cukup bagus," bandingnya.
Lantas, siapa saja yang bisa memanfaatkan fasilitas itu nantinya? Ia mengatakan siapa saja boleh memanfaatkannya. Terbuka untuk umum. Termasuk para siswa sekolah yang biasanya memberikan pelajaran tentang manasik haji.
"Seluruh masyarakat bisa melakukannya di sini. Semoga segera selesai, dan bisa dimanfaatkan," pungkasnya.(war/az/dye) Editor : Arief