Karena sawit merupakan komoditas unggulan perkebunan dan penyumbang devisa nomor dua di Banua, setelah sektor tambang.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel, Suparmi menyampaikan, diperlukan peran serta semua pihak terkait untuk meningkatkan tata kelola industri kelapa sawit di Banua.
Ia menyebut, inovasi dan strategi yang telah dilaksanakan dalam upaya peningkatan ekspor kelapa sawit di antaranya, peningkatan produksi dan produktivitas, serta industri hilirisasi kelapa sawit.
"Mengingat Kalsel merupakan salah satu provinsi penghasil sawit yang cukup besar," katanya.
Menurut Suparmi, kelapa Sawit merupakan komoditas unggulan untuk mendukung perekonomian Kalsel, sehingga diperlukan kebijakan dan program yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Terkait ini Pemprov Kalsel telah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 013 Tahun 2023 Tentang Rencana Aksi Daerah Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2022 -2024.
Hal itu sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden RI, Joko Widodo melalui Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN-KSB )2019-2024.
RAD-KSB tersebut kata Suparmi, telah diimplementasikan dalam beberapa program strategis yang relevan dalam peningkatan industri hilirisasi dan percepatan ekspor kelapa sawit.
Antara lain, terkait pendataan menuju satu data Indonesia termasuk status kepemilikan melalui penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB).
Kemudian, melakukan diversifikasi terintegrasi berbasis perkebunan kelapa sawit melalui program Peremajaan Sawit Rakyat. Juga melaksanakan program Sistem Integrasi Kelapa Sawit-Sapi Potong (SISKA) dan Sistem Integrasi Kelapa Sawit –Sapi Potong Berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti-Plasma (Siska Ku Intip).
Suparmi menyampaikan, Pemprov Kalsel juga memfasilitasi pembangunan jalan kebun dan prasarana dan sarana lainnya untuk mendukung peningkatan kualitas usaha perkebunan kelapa sawit melalui Dana BPDPKS.
Lalu, meningkatkan produksi dan produktivitas kelapa sawit melalui Program Peremajaan Sawit Pekebun. Serta meningkatkan SDM kelapa sawit melalui program pendidikan dan pelatihan dengan pendanaan dari BPDPKS dan percepatan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman menambahkan, Pemprov Kalsel juga terus berupaya memberikan pendampingan dalam meningkatkan kualitas komoditas perkebunan.
"Agar kualitas produksi perkebunan sesuai permintaan importir," ucapnya. (ris) Editor : Muhammad Helmi