Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalsel, Pormadi Dharma mengatakan, TMC atau hujan buatan sudah dilakukan di langit Kalsel sejak Jumat (7/7) tadi.
"Rencananya dilaksanakan sampai 18 Juli nanti," katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin (9/7).
Hujan buatan itu dilaksanakan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) menggunakan pesawat Casa 212.
Manajer Operasional-Lab Pengelolaan TMC pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Adi Bayu Rusadi menyampaikan, hujan diperlukan untuk pembasahan lahan gambut.
"Juga mengisi debit air di embung dan waduk," ucapnya.
Hingga hari ketiga kemarin, pelaksanaan TMC berjalan lancar tanpa ada kendala di lapangan.
"Karena potensi pertumbuhan awan-awan konvektif di wilayah Kalsel cukup mendukung kegiatan penerbangan," tuturnya.
Sementara itu, Manajer Pusdalops BPBD Kalsel, Ricky Ferdyanto mengatakan, titik api mulai berkurang dibandingkan sepekan lalu.
"Karena memang ada hujan, ditambah lagi TMC, jadi hotspot mulai berkurang," ujarnya.
Ia berharap, karhutla di Banua terus berkurang hingga bencana kabut asap bisa dicegah. (ris/gr/fud) Editor : Arief