Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Masih Kemarau Tapi Turun Hujan di Kalsel, BPBD: Pengaruh Teknologi Modifikasi Cuaca

Arief • Senin, 10 Juli 2023 | 13:07 WIB
MODIFIKASI: Teknologi modifikasi cuaca (TMC) yang dilakukan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) menggunakan pesawat Casa 212. | FOTO BPBD KALSEL
MODIFIKASI: Teknologi modifikasi cuaca (TMC) yang dilakukan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) menggunakan pesawat Casa 212. | FOTO BPBD KALSEL
BANJARBARU - Meski musim kemarau, tapi hujan terus mengguyur sejumlah wilayah di Kalsel. Fenomena ini ternyata dipengaruhi teknologi modifikasi cuaca (TMC).

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalsel, Pormadi Dharma mengatakan, TMC atau hujan buatan sudah dilakukan di langit Kalsel sejak Jumat (7/7) tadi.

"Rencananya dilaksanakan sampai 18 Juli nanti," katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin (9/7).

Hujan buatan itu dilaksanakan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) menggunakan pesawat Casa 212.

Manajer Operasional-Lab Pengelolaan TMC pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Adi Bayu Rusadi menyampaikan, hujan diperlukan untuk pembasahan lahan gambut.
"Juga mengisi debit air di embung dan waduk," ucapnya.

Hingga hari ketiga kemarin, pelaksanaan TMC berjalan lancar tanpa ada kendala di lapangan.

"Karena potensi pertumbuhan awan-awan konvektif di wilayah Kalsel cukup mendukung kegiatan penerbangan," tuturnya.

Sementara itu, Manajer Pusdalops BPBD Kalsel, Ricky Ferdyanto mengatakan, titik api mulai berkurang dibandingkan sepekan lalu.

"Karena memang ada hujan, ditambah lagi TMC, jadi hotspot mulai berkurang," ujarnya.
Ia berharap, karhutla di Banua terus berkurang hingga bencana kabut asap bisa dicegah. (ris/gr/fud) Editor : Arief
#Kebakaran Hutan #Cuaca Ekstrem #Hujan Deras