Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Meratus Menuju Unesco Global Geopark

Muhammad Helmi • Kamis, 6 Juli 2023 | 10:12 WIB
TEKAD: Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mendeklarasikan Geopark Meratus di Kiram Park, Kabupaten Banjar, tahun 2019 lalu.
TEKAD: Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mendeklarasikan Geopark Meratus di Kiram Park, Kabupaten Banjar, tahun 2019 lalu.
Geopark Meratus kini disiapkan menjadi situs warisan dunia. Dalam waktu dekat, 54 geosite akan dinilai agar masuk dalam jaringan Unesco Global Geopark (UGG).
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor bertekad menjaga dan melestarikan Pegunungan Meratus sebagai bagian Geopark atau taman bumi.


BANJARBARU - Gubernur Kalsel Sahbirin Noor bertekad menjaga dan melestarikan Pegunungan Meratus sebagai bagian Geopark atau taman bumi. Kepala daerah yang akrab disapa Paman Birin ini mengajak masyarakat setempat untuk melindungi warisan alam, termasuk nilai arkeologi, ekologi dan budaya yang berada di kawasan Meratus.

“Kalsel mempunyai situs warisan geologi (geosite) yang bernilai tinggi. Serta bentang alam yang indah. Tersebar di sepanjang Pegunungan Meratus dari Kabupaten Tabalong sampai Kabupaten Kotabaru. Ini merupakan kekayaan alam yang tidak ada duanya. Harus dijaga dan dilestarikan,” katanya.

Banyak keuntungan jika masuk dalam jaringan UGG. Di antaranya promosi kepada wisatawan mancanegara terbuka lebar melalui berbagai kegiatan. Sesuai agenda, Geopark Meratus akan diajukan ke Unesco untuk diteliti pada Oktober 2023 mendatang. Sejumlah persyaratan juga disiapkan. Sebanyak 54 site dengan beberapa rute diajukan ke UGG. Panel informasi terus dipasang di 54 site tersebut.

Saat ini sudah 23 yang berdiri. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel Ahmad Solhan melalui Kabid Cipta Karya Ryan Tirta Nugraha menyebut, pemprov akan membangun infrastruktur dan sarana penunjang Geopark pada 2023 ini. “Ini sesuai arahan delegasi dari Global Geopark Network (GGN) saat menganalisis Geopark Meratus pada Oktober 2022 lalu,” ungkapnya.

Delegasi GGN yang dipimpin Ketua Dewan UNESCO Global Geopark (UGGp) Guy Martini itu menyarankan peningkatan empat tema di jalur menuju Geopark Meratus. Anggaran masing-masing tema Rp750 juta. Tema pertama adalah peningkatan sarana perjalanan pada sungai Urang Banjar. Kedua, peningkatan sarana tema A Glittering Travel From Tropical Forest to Diamond.

Kemudian tema ke tiga , peningkatan sarana Inspiring Cruse Through Earth and People History. Terakhir, peningkatan sarana Following Th e Sound of Th e Wind Toward Magic Dayak Meratus. Ryan mengatakan, tidak ada konstruksi khusus di empat tema itu. Hanya peningkatan sarana penunjang. Seperti fasilitas umum untuk pengunjung yang akan mendatangi geosite-geosite. Terkait titik peningkatan sarananya, saat ini masih dalam tahap kajian oleh tim dari Universitas Indonesia.

“Kami harapkan sebelum tim penilai GGN datang sudah ada perancangan dan tahap awal pelaksanaan,” harapnya. Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel Nurul Fajar Desira optimis Geopark Meratus bisa naik kelas. Dari Geopark Nasional menjadi Geopark UNESCO Global (UGG).

Menurutnya, secara materi Geopark Meratus memang sudah layak menjadi UGG. “Salah satu modalnya, Meratus merupakan cerita tentang hamparan ofiolit tertua di Indonesia yang terbentuk 150 juta hingga 200 juta tahun lampau,” bebernya. Di sini juga terdapat batuan langka, namanya Plagiogranite. Jenis batuan ini hanya ada tiga di dunia. Yakni di Yunani, Prancis dan di Indonesia. Plagiogranite di Geopark Meratus terdapat di Geosite Gunung Batu Besar di Kabupaten Tanah Bumbu.

Menarik Wisatawan Mancanegara


Peneliti Geologi dari UPN Veteran Yogyakarta, sekaligus Konsultan Geopark Meratus, Jatmika Setiawan menilai, dari aspek ekologi, Geopark Meratus punya keistimewaan yang menjadi daya tarik luar biasa bagi wisatawan.

“Terutama wisatawan dari mancanegara,” katanya. Meratus merupakan hamparan ofi olit tertua di Indonesia. Sehingga berpotensi menjadi obyek penelitian bagi peneliti nasional maupun internasional.

Menurutnya, Meratus juga punya cerita tentang hamparan ofi olit tertua di Indonesia. Antara lain berada di Pulau Sebuku, Pulau Laut, dan seluruh jalur Pegunungan Meratus. Ofiolit sendiri merupakan kompleks batuan beku yang terdiri atas anggota basal, gabro, dan peridotit.

Ofiolit diperkirakan sebagai suatu lembaran kerak samudera yang terdorong oleh obduksi kerak benua. “Dapat dibayangkan bagaimana lembaran kerak samudera yang kini berubah membentuk Pegunungan Meratus yang sangat indah. Tentu bila potensi tersebut dikemas dengan baik, akan menarik wisatawan dari seluruh dunia,” kata Jatmika. Ditekankannya, potensi yang dimiliki Meratus layak menjadikan pegunungan itu menjadi geopark internasional. (ris/gr/fud) Editor : Muhammad Helmi
#Meratus #Wisata Kalsel