Kepala UPT Pariwisata di Disbudporapar Banjarmasin, Naziza punya alasan. Ia bilang perbaikan kini dimasukkan dalam paket pengadaan barang dan jasa.
"Target kami, sudah diperbaiki bulan Juli mendatang. Saat ini prosesnya dalam proses pemasukan data ke LPSE. Biayanya Rp180 juta," ujarnya, kemarin (26/6).
Lantaran kerusakan pagar cukup banyak, Naziza mengklaim bahwa perbaikan secara mandiri juga dikerjakan oleh pihaknya. "Kalau dilihat dari kawasan Jembatan Merdeka sampai Rumah Anno, pagar itu sudah dirapikan," klaimnya.
Menurutnya, perbaikan yang dilakukan juga meliputi penyediaan pintu atau pagar masuk untuk pengunjung. "Ada keluhan, kawasan yang dipagar itu tidak ada memiliki pintu masuk. Kini sudah ada. Kami berharap tak ada lagi kerusakan," tekannya.
Dari hasil pantauan Radar Banjarmasin, pintu masuk yang dimaksudnya memang terlihat.
Naziza tak ingin menduga-duga atau menuduh bahwa kerusakan pagar di kawasan Siring Pierre Tendean dipicu oknum PKL yang kesulitan masuk ke area siring.
"Tapi, ada indikasi ke arah itu. Ada ketidakpuasan dengan kondisi kawasan siring yang dipagar saat ini," ucapnya.
"Tapi, bersama jajaran Satpol PP, kami sudah memberikan penjelasan kepada para PKL bahwa pemagaran dilakukan untuk penataan dan pemeliharaan kawasan siring," jelasnya.
"Kami juga menyediakan beberapa pintu masuk untuk lalu lalang. Jadi tak ada alasan lagi untuk merusak pagar," tekannya.
Diutarakan Naziza, dari Jembatan Merdeka hingga kawasan Musala Al Hinduan, pintu masuk yang disediakan ada lima titik.
Pihaknya juga masih melakukan penjagaan pada akhir pekan. "Penjagaan bekerja sama jajaran Satpol PP. Sambil merancang formula yang tepat untuk menjaga kawasan itu," ujarnya.
Apakah ada rencana menata para PKL di kawasan itu? Menurut Naziza, hal itu masih akan dikoordinasikan bersama SKPD terkait seperti Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), atau Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja di Banjarmasin.
"Saat ini, kami hanya ingin melakukan penataan dan pemeliharaan kawasan itu terlebih dulu," tekannya.
"Setelah ditata, baru bicara seperti apa nanti idealnya para PKL itu. Jujur saja, kami hanya menata dan memelihara kawasan, bukan mengelola PKL," ujarnya.
Naziza juga mengatakan pihaknya akan manut seperti apa nantinya keputusan atau arahan pimpinan, terkait keberadaan PKL di kawasan siring.
"Memang bagusnya sih didata dan ditata. Kemudian disediakan tempat agar bisa lebih tertib," ucapnya.
"Sejauh ini, kami juga melihat sudah mulai bermunculan wajah-wajah baru yang berdagang di situ. Padahal sebelumnya kawasan itu sempat bersih dari PKL," ungkapnya.(war/az/dye) Editor : Arief