Ketua Kloter BDJ 12, Hajaji mengatakan JCH Banjarmasin masih menunggu informasi dari maktab petugas layanan jemaah haji yang merupakan perwakilan Pemerintah Arab Saudi.
“Karena yang berwenang memberangkatkan adalah maktab. Kami masih menunggu kabar. Informasinya jam 10 kemungkinan bisa berangkat,” ujarnya.
JCH Banjarmasin akan bergabung dengan jemaah asal Palembang untuk berangkat menuju Arafah. Mereka akan dikomando ketua kloter, sehingga jemaah tidak perlu buru-buru berangkat.
“Setiap maktab ada 9 kloter yang akan diberangkatkan. Tiga kloter dari Palembang, enam kloter dari Banjarmasin,” sebutnya.
Lantaran pelaksanaan tahapan haji masih panjang, Hajaji mengimbau kepada jemaah agar disiplin dalam menjaga kesehatan. Terlebih menghadapi puncak wukuf di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Pada saat puncak pelaksanaan itu akan diikuti jemaah seluruh dunia. Diperlukan kesiapan fisik yang optimal.
Jumlah jemaah kloter 12 asal Banjarmasin sebanyak 328 orang. Sebagian di antaranya adalah lansia. Lalu bagaimana agar kesehatannya tetap terjaga?
Hajaji bilang tim medis rutin mendatangi para lansia di kamarnya untuk mengecek kesehatan. Tiga dokter yang bertugas. Dokter Zuraida, Heru, dan Suriadi akan langsung memberikan penanganan medis jika menemukan kondisi kesehatan jemaah menurun.
Ia bersyukur kondisi para lansia dalam keadaan bagus hingga saat ini. Tidak mengalami gangguan kesehatan yang berarti. Sejak awal mereka selalu diberi asupan vitamin yang cukup agar kondisinya tetap terjaga.
“Alhamdulillah tidak hanya jemaah muda saja, para lansia yang jumlahnya 60 orang kondisi kesehatannya saat ini tetap fit. Tim dokter selalu visitasi ke kamar-kamar,” ujarnya.(gmp/az/dye) Editor : Arief