Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

269 Lansia di Banjarmasin Masih Terlantar, Dinsos: Kami Tidak Punya Panti Jompo

Muhammad Helmi • Rabu, 21 Juni 2023 | 10:59 WIB
JADI SASARAN: Lansia terlantar adalah salah satu persoalan sosial di Banjarmasin yang hingga kini belum terselesaikan. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
JADI SASARAN: Lansia terlantar adalah salah satu persoalan sosial di Banjarmasin yang hingga kini belum terselesaikan. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
BANJARMASIN - Dinas Sosial (Dinsos) Banjarmasin mencatat, sejauh ini ada sebanyak 269 warga lanjut usia (Lansia) yang dinyatakan terlantar di Kota Banjarmasin.

Disebut terlantar, lantaran warga yang bersangkutan hidup miskin sebatang kara. Atau mereka yang masih memiliki keluarga, namun tidak mampu.

Itu, dari total sebanyak lebih dari 33 ribu jiwa lansia yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Dinsos Banjarmasin.

"Dengan kategori usia 60 tahun ke atas," ucap Kepala Dinsos Banjarmasin, Dolly Syahbana, kemarin (20/6) di Balai Kota.

Ia menklaim, sejauh ini pihaknya secara rutin menyalurkan bantuan berupa bahan makanan kepada para lansia terlantar.

Bantuan yang disalurkan berupa bahan makanan senilai Rp369 ribu. Ada beras, gula, minyak goreng hingga susu. Semua itu disalurkan setiap bulan melalui Ketua RT setempat.

"Dan bagi lansia sebatang kara, biasanya dimasakkan oleh warga sekitar. Jadi, warga yang bersangkutan bisa langsung menyantap makanan," ujar Dolly.

"Penyaluran bantuan paling banyak, itu di wilayah Kecamatan Banjarmasin Selatan," tambahnya.

Disinggung mengapa begitu sulit mengentaskan persoalan itu? Dolly menjelaskan bahwa ketiadaan panti jompo yang dimiliki pemko menjadi kendala tersendiri.

"Kami tidak punya kewenangan membuat atau membangun panti jompo. Sejauh ini, kami hanya bisa bekerja sama dengan Pemprov Kalsel saja," tekannya.

"Memanfaatkan panti jompo milik Pemprov Kalsel yang ada di Kota Banjarbaru," tambahnya.

Kendati demikian, Dolly mengaku telah merencanakan pembangunan shelter atau tempat penampungan di kawasan Rumah Singgah Baiman. Yang berlokasi di Jalan Gubernur Soebardjo.

Anggaran yang digelontorkan, sebesar Rp3,5 miliar. Bersumber dari APBD Kota Banjarmasin, tahun 2023.

Nantinya, di shelter itulah para warga terlantar, termasuk lansia yang tidak memiliki keluarga akan ditampung.

"Pemenang lelangnya sudah ada. Bulan Juli mendatang, pembangunannya akan dimulai. Ditarget rampung di bulan Oktober mendatang," pungkasnya. (war/az/war)
Editor : Muhammad Helmi
#Bantuan Sosial #dinas sosial