Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Banjarbaru, Gustafa Yandi mengatakan, pihaknya sudah memetakan risiko kekosongan pejabat tersebut.
Disebutkan Yandi, tahun ini akan ada empat posisi pimpinan yang bakal terjadi kekosongan jabatan. Pertama adalah posisi pimpinan di Dinas Perhubungan (Dishub). SKPD yang menangani urusan pemerintahan di bidang perhubungan ini sudah kosong sejak Maret 2023 tadi.
"Makanya sekarang posisi Kepala Dishub hanya dipegang oleh Pelaksana Tugas (Plt)," ucapnya saat ditemui Radar Banjarmasin, Jumat (16/06) pagi.
Kemudian, pada 1 Juli nanti, Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja (Diskopumker) dan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat juga akan mengalami kekosongan jabatan.
"Di tanggal itu Ibu Mahrina Noor (Kepala Diskopumker) dan Pak Mutia Syafariahadi (Asisten Bidang Pemerintahan) akan memasuki masa pensiun," ungkap Yandi.
Terakhir, pada 1 Agustus nanti, Lesa Fahriana yang menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik, Setdako Banjarbaru juga akan memasuki masa pensiun.
"Jadi ada empat posisi pimpinan yang bakal terjadi kekosongan pejabat di tahun ini," katanya.
Karena itulah, mantan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) itu mengaku bahwa pihaknya akan membuka lelang jabatan untuk kekosongan tersebut.
Sayangnya, Yandi tidak menjelaskan kapan lelang jabatan itu mulai dilakukan.
"Kita menunggu persetujuan pimpinan dulu, kalau Pak Wali sudah setuju pasti kita umumkan," katanya.
Sehingga, selama teken pimpinan itu belum keluar, kekosongan jabatan itu sementara akan diisi oleh pejabat yang ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt).
"Yang jelas kami tidak ingin berlama-lama terjadi kekosongan. Karena kewenangan seorang Plt masih ada batasan,, salah satunya tidak bisa mengambil kebijakan strategis seperti halnya pejabat definitif," pungkasnya. (zkr/yn/ram) Editor : Arief