Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Bakal Gelar Perkara, Pihak PAUD Enggan Berkomentar

Arief • Kamis, 15 Juni 2023 | 12:08 WIB
CEK: Rontgen kondisi tulang anak PAUD di Banjarmasin yang diduga mengalami kekerasan di sekolah. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN 
CEK: Rontgen kondisi tulang anak PAUD di Banjarmasin yang diduga mengalami kekerasan di sekolah. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN 
BANJARMASIN - Dugaan kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di salah satu PAUD di Banjarmasin terus bergulir. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ditreskrimum Polda Kalsel diketahui terus bekerja.

Tidak hanya mengumpulkan sejumlah bukti visum. Sejumlah saksi dari pihak PAUD juga telah dipanggil untuk dimintai keterangan.

"Sudah dipanggil. Ada enam saksi," tulis Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Kalsel, AKP Siti Rohayanti melalui pesan WhatsApp, kemarin (14/6) pagi.

Rohayanti menjelaskan untuk proses selanjutnya. "Persiapan gelar perkara," imbuhnya.

Sang ibu yang anaknya diduga mengalami dugaan kekerasan itu mengapresiasi langkah kepolisian dalam menindaklanjuti kasus tersebut.

"Alhamdulillah progresnya cepat. Beberapa saksi lain juga sudah dipanggil," ucapnya, kemarin. "Polresta pun ikut membantu dan gesit mengumpulkan bukti. Mereka menemui saya ke rumah," tambahnya.

Dia menjelaskan didampingi jajaran personel Polda dan UPTD PPA Provinsi Kalsel, anaknya juga dibawa ke psikiater di salah satu rumah sakit di Banjarmasin. "Dari hasil diagnosis ada trauma suasana sekolah. Jadi disarankan psikiater untuk sekolah alam," ungkapnya.

Ia lantas berharap agar selanjutnya instansi terkait bisa menindaklanjuti persoalan dugaan kasus kekerasan terhadap anaknya. "Saya memohon dengan segala kerendahan hati agar jangan melindungi atau menyepelekan balita yang patah tulang bahu dan sendi bahu geser di sekolah PAUD itu," tekannya.

"Ini sama sekali bukan aib yang harus ditutup-tutupi, atau dilindungi untuk nama baik instansi terkait. Bayangkan, apabila ini terjadi atau menimpa anak dan cucu mereka," sambungnya.

Ia juga berharap kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin untuk menjaga dunia pendidikan agar kasus serupa tidak terulang lagi. "Saya sangat berharap keadilan yang seadil-adilnya untuk anak saya," tegasnya.

Radar Banjarmasin kembali mencoba meminta tanggapan dari pihak PAUD kemarin (14/6) siang. Yang dikonfirmasi kepala PAUD. Namun yang bersangkutan masih belum ingin memberikan komentarnya.

Ketika ditanya kapan baru bisa memberikan tanggapan, pihak PAUD mengaku belum tahu kapan waktunya. "Kami masih menunggu pihak terkait," ujarnya, tanpa memberikan keterangan lebih lanjut tentang pihak terkait yang dimaksudnya. "Maaf ya, Mas. Nanti saja ya," tutupnya.

Mengingatkan pembaca, dugaan kasus kekerasan terhadap anak itu menimpa seorang bocah 4 tahun. Ceritanya viral di media sosial Instagram. Diunggah oleh akun @rizkaahmadireal, peristiwa itu terjadi tiga bulan lalu.



Akun itu menunjukkan video perjuangan pengobatan yang dilakukan untuk seorang bocah, juga bagaimana kronologi kasus dugaan kekerasan pada anak itu terjadi. Diketahui dalam unggahan, sang bocah mengalami patah tulang selangka.

Akun itu tidak mengungkap di mana PAUD yang dimaksudnya. Namun dari hasil penelusuran Radar Banjarmasin pada akhir Mei lalu, lokasi PAUD berada kawasan Teluk Dalam, Banjarmasin Tengah.

Radar Banjarmasin juga pernah meminta upaya konfirmasi kepada pihak PAUD. Namun, dengan sopan, si ketua yayasan yang menaungi PAUD ini meminta maaf karena belum bisa berkomentar. Alasannya, masih menunggu hasil mediasi di KPAI. "Sesudah itu, baru kami bisa memberikan keterangan," janjinya.

Lalu, bagaimana kondisi bocah itu kini? Kabar terakhir, kondisi bocah sudah berangsur-angsur pulih.(war/az/dye) Editor : Arief
#Penganiayaan di PAUD