Diikuti 20 murid dan 6 guru pendamping, kunjungan ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi dan kecintaan anak-anak pada buku.
Selama di sana, anak-anak aktif dalam berbagai kegiatan yang dirancang untuk memperkenalkan mereka pada dunia literasi.
Salah satunya adalah pengenalan buku-buku yang ada di perpustakaan.
Anak-anak diajak untuk melihat beragam genre buku, sehingga mereka dapat mengenal berbagai jenis bacaan.
Selain itu, mereka juga berkesempatan untuk bermain dan menonton bersama di studio mini yang tersedia di perpustakaan.
Kepala Bidang PLPBP pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tanbu, Alden Ibrahim mengatakan, kunjungan edukasi ini sangat penting membentuk kebiasaan membaca sejak dini pada anak-anak.
“Pengenalan literasi pada usia dini memiliki dampak positif yang besar bagi perkembangan anak,” katanya.
Ia katakan, anak-anak yang terbiasa dengan dunia literasi cenderung memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dengan lingkungan sekitar.
Sebab, mereka belajar untuk mengungkapkan pikiran dan emosi dengan lebih baik melalui kata-kata. “Serta mengembangkan imajinasi dan kreativitas mereka,” tambahnya.
Perpustakaan juga memiliki peran yang sangat penting di era modern ini. Selain itu, ia menyebut kini perpustakaan bukan hanya tempat membaca dan meminjam buku.
“Perpustakaan kini menjadi wahana ekonomi kreatif, seni, dan rekreasi,” katanya.
“Juga sudah menyediakan berbagai program dan fasilitas yang menarik sehingga mampu memberikan hiburan bermanfaat bagi pengujung,” imbuhnya.
Dari itu, menurutnya, ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk merasakan kegiatan positif di luar sekolah dan rumah.
Diharapkan, kegiatan semacam ini terus dilakukan untuk mendorong minat baca dan literasi pada anak-anak usia dini.
“Sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berpengetahuan luas,” tutupnya. (adv/dza) Editor : Arief