“Saya siap saja mengikuti aturan. Kita lihat saja permainannya. Kalau PBNU menunda, silakan,” katanya kepada Radar Banjarmasin, Sabtu (10/6) sore.
Anggota DPR RI itu mengklaim, dari 15 pengurus cabang NU di Kalsel yang memegang hak suara, ia sudah mengantongi sebelas di antaranya.
Politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu bahkan menjamin, meski Konferwil ditunda sampai Pemilu 2024 usai, dukungan kepada dirinya takkan berubah.
“Terserah dari PBNU kapan melanjutkan, saya pastikan dukungan pengurus cabang kepada saya tidak berubah,” klaimnya.
Kembali kepada soal penundaan konferwil, mantan aktivis PMII itu berpendapat, seharusnya hal itu tidak sampai terjadi. “Karena taruhannya adalah nama besar NU,” tukasnya.
Pasalnya, hajatan sebesar ini bukan hanya disaksikan oleh warga Nahdliyin, tetapi juga ditonton oleh organisasi Islam lainnya dan umat Islam di Banua.
Maka Tamliha menegaskan, penundaan tidak merugikan dirinya. “Akan tetapi merugikan nama besar NU itu sendiri,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Jumat (9/6) siang, konferwil di Ponpes Rakha Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara ini dibuka Ketua PBNU Prof KH Mukri. Namun beberapa jam kemudian malah dibekukan.
Penundaan dari PBNU itu berlaku sampai waktu yang tidak ditentukan. Alasan panitia, ada kekeliruan prosedur dalam pengajuan berkas para kandidat ketua. (mof/fud) Editor : Muhammad Helmi