Ketua Pelaksana Konferwil PWNU Kalsel, Berry Nahdian Furqon, pada rekan media di Kota Amuntai, Sabtu (10/6) menyampaikan, bahwa perwakilan PBNU dalam hal ini Prof Dr KH Mukri, dan salah satu Wakil Sekjen PBNU, Gus Salahuddin, menunda Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan.
Penundaan ini, menurutnya, setelah menelaah dan mempelajari proses yang dijalankan dalam konferensi, ternyata ada item yang belum memenuhi syarat, untuk melanjutkan konferensi ini.
"Jika Konferwil ini tetap dipaksakan dan dilanjutkan, toh hasilnya juga tidak akan diakui sebagai keputusan sebuah konferensi, maka PBNU memutuskan untuk menunda," ujar Berry.
Lanjut Sekretaris PWNU Kalsel ini, bahwa keputusan tersebut juga dilaporkan ke Ketua Umum PBNU, terkait kondisi dan prasyarat yang belum terpenuhi oleh calon.
Maka PBNU tegak lurus pada aturan dengan menunda pemilihan calon Ketua PWNU Kalsel. Namun kegiatan seperti festival salawat dan maulid dan beberapa lomba lainnya tetap berjalan.
"Insya Allah malam ini puncak kegiatan lomba dengan pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah, sebagaimana salah satu acara memeriahkan Konferwil ini," terangnya.
Ketika ditanya terkait prosedur yang dinilai cacat oleh calon, mantan Ketua WALHI Kalsel ini menjawab, ada beberapa berkas calon peserta belum masuk. Di mana berkas tersebut seharusnya diterima panitia sehari sebelum acara pemilihan.
"Ada berkas yang masuk malah mendekati acara dimulai. Padahal panitia harus lebih dulu verifikasi berkas para calon," tegasnya.
Perumpamaan begini, naik motor tidak memiliki SIM, akan menimbulkan masalah. Untuk penundaan konferwil ini, belum ada tenggat waktu pasti dari PBNU. "Nanti PBNU yang menentukan," lengkapnya. (mar/why) Editor : Muhammad Helmi