Ini merupakan sejarah. Sebab biasanya konferwil digelar di Kota Banjarmasin atau Kota Banjarbaru.
Namun, itu tidak mengejutkan. Sebab Rakha adalah salah satu ponpes tertua dan terbesar di Banua.
Berdiri pada tahun 1928. Nyaris seabad silam. Salah satu alumninya adalah tokoh bangsa KH Idham Chalid.
Beliau adalah ketua umum terlama dalam sejarah NU, memimpin sejak 1956 sampai 1984. Wafat pada 2010, KH Idham dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2016.
Kembali ke masa sekarang, pantauan Radar Banjarmasin di Amuntai, Rabu (7/6) kemarin, umbul-umbul dan bendera hijau memenuhi jalan-jalan utama Kota Amuntai, seperti Jalan Ahmad Yani dan Jalan Norman Umar.
Sedangkan di sekitar ponpes, bertebaran spanduk ucapan selamat dari berbagai tokoh.
Sekretaris Yayasan Pendidikan Rakha Amuntai, KH Rif'an mengatakan, ia menyerahkan sepenuhnya pelaksanaan konferwil kepada panitia.
"Saya sendiri akan berangkat haji. Semua hal terkait konferwil, silakan konfirmasi ke panitia," ujarnya singkat lewat sambungan telepon.
Wakil ketua pelaksana Teddy Suryana memastikan, persiapan sudah mencapai 90 persen lebih. "Selasa tadi, alat-alat untuk panggung utama dan kelengkapannya sudah tiba di lapangan Ponpes Rakha," ujarnya.
Untuk hotel tempat menginap peserta konferwil juga telah disiapkan. Begitu pula dengan transportasi dari Banjarmasin.
Sedangkan rekan peninjau dari berbagai daerah, akan menempati beberapa ruangan di pondok putra dan putri.
Soal pengamanan, panitia telah berkoordinasi dengan Polda Kalsel. "Kami juga menerjunkan 150 anggota Banser," ujarnya.
"Sejumlah organisasi Pagar Nusantara juga akan mengamankan lokasi acara, hotel, dan mengawal tamu dari Banjarmasin sampai Amuntai," pungkasnya. (mar/gr/fud) Editor : Arief