Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kalah Bersaing dengan Madrasah, Dua SMP di Banjarbaru Kekurangan Siswa Baru

Arief • Rabu, 31 Mei 2023 | 11:48 WIB
PENGUMUMAN: Orang tua siswa baru SMPN 12 Banjarbaru dikumpulkan kepsek saat pengumuman hasil PPDB online 2023. | FOTO: FITRIANSYAH UNTUK RADAR BANJARMASIN
PENGUMUMAN: Orang tua siswa baru SMPN 12 Banjarbaru dikumpulkan kepsek saat pengumuman hasil PPDB online 2023. | FOTO: FITRIANSYAH UNTUK RADAR BANJARMASIN
BANJARBARU - Masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online jenjang SMP di Kota Banjarbaru telah berakhir.

Saat ini sedang memasuki masa pengumuman dan daftar ulang. Namun, dari 14 SMP negeri di Kota Idaman, dua sekolah kekurangan siswa baru.

Kedua sekolah ini sama-sama berada di Kecamatan Cempaka. Yakni SMPN 12 di Kelurahan Bangkal dan SMPN 13 di Kelurahan Sungai Tiung.

Mengacu rekap di laman PPDB 2023, SMPN 12 hanya membuka satu rombongan belajar untuk tahun ajaran 2023/2024.

Bahkan satu rombel pun tak penuh. Sebab di sini hanya ada 18 calon siswa baru. Sedangkan kuota satu rombel adalah 30 siswa.

Sedangkan SMPN 13 membuka tiga rombel. Namun, dari kuota yang tersedia untuk 90 siswa, hanya 27 calon siswa yang mendaftar.

Kepala SMPN 12 Banjarbaru, Fitriansyah mengatakan ini tak hanya terjadi pada tahun ini. "Sudah sejak dulu. Kuota siswa di sini memang begini. Hanya satu rombel," kata kepsek, kemarin (30/5).

Alasannya, karena sekolah ini berada di perbatasan, antara Kota Banjarbaru dengan Kabupaten Tanah Laut. Lokasi sekolah yang berada di paling ujung kota juga menjadi penyebab.

"Sebelum mencapai sekolah kami, ada SMPN 3 dan 13. Ditambah lagi di Cempaka sini juga ada madrasah tsanawiyah. Jadi siswanya terbagi-bagi," jelasnya kepada Radar Banjarmasin.

Meski demikian, Fitriansyah masih bersyukur. Karena jumlah siswa baru pada tahun ini lebih mendingan. "Tahun lalu hanya ada sembilan siswa baru. Itu pun satu orang berasal dari kabupaten tetangga," bebernya.



Memiliki tiga ruang kelas, total SMPN 12 kini hanya memiliki 28 murid.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Dedy Sutoyo menjelaskan, ini lantaran masyarakat masih beranggapan lokasi kedua sekolah itu terlalu jauh.

Padahal, pemko sudah mengakomodir transportasi menuju ke sana dengan program Angkutan Pelajar Gratis.

Lalu, sebaran penduduk yang belum merata. "Mayoritas penduduk berada di tengah kota. Sedangkan di Sungai Tiung dan Bangkal ini penduduknya masih sedikit," terangnya.

Faktor terakhir, kecenderungan orang-orang tua Cempaka yang lebih sreg menyekolahkan anaknya ke sekolah agama. Seperti madrasah atau pesantren.

"Kultur masyarakat Cempaka ini berbeda. Orang tua di sana cenderung memilih sekolah agama ketimbang memasukkan anaknya ke sekolah umum," katanya.

Padahal, Disdik telah memasukkan materi baca tulis Al-Qur'an pada mata pelajaran muatan lokal.

Bahkan, dalam mulok itu juga ada pelajaran fikih, akhlak dan akidah. "Yang utama pelajaran sifat 20," sebutnya.

Selain itu, Disdik juga berencana memasukkan guru TPA (Taman Pendidikan Al-Qu'ran) ke dalam sekolah umum. "Jadi orang tua tak perlu khawatir lagi terkait mutu pelajaran agama di sekolah negeri," tukasnya.

Kembali pada PPDB, meski ada dua SMP yang kekurangan siswa, secara keseluruhan tercatat peningkatan jumlah siswa baru.



Dibandingkan tahun 2022, PPDB online 2023 menerima 124 siswa lebih banyak.

Penambahan jumlah itu terasa sekali di kawasan perkotaan. "Seperti di SMPN 1, 2, 5, dan 11," rincinya.

Kenaikan jumlah siswa ini, tegas Dedy, harus diimbangi dengan peningkatan infrastruktur sekolah dan ketersediaan pengajar.

Jangan sampai kinerja guru menurun karena harus mengajar kelas yang kelebihan siswa. "Kami sebisa mungkin mengupayakan pemerataan kualitas bangunan dan peningkatan kompetensi guru," janjinya. (zkr/gr/fud) Editor : Arief
#Sekolah #Pesantren #PPDB