Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Aksi Teatrikal Pengingat Jumat Kelabu

Arief • Rabu, 24 Mei 2023 | 10:35 WIB
MENOLAK LUPA: Aksi teatrikal yang digagas Sanggar Titian Barantai, kemarin (23/5) petang di Jalan Pangeran Samudera. Mengenang tragedi Jumat Kelabu, 23 Mei 1997 di Banjarmasin. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
MENOLAK LUPA: Aksi teatrikal yang digagas Sanggar Titian Barantai, kemarin (23/5) petang di Jalan Pangeran Samudera. Mengenang tragedi Jumat Kelabu, 23 Mei 1997 di Banjarmasin. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
BANJARMASIN - Puluhan mahasiswa yang tergabung di Sanggar Titian Barantai Uniska Banjarmasin menggelar aksi long march disertai teatrikal mengenang tragedi 23 Mei 1997 di Banjarmasin. Tragedi yang dikenal dengan nama Jumat Kelabu itu memberikan bekas luka mendalam bagi warga Banjarmasin maupun Kalsel.

Bagaimana tidak, dalam tragedi kerusuhan bernuansa politik itu ada ratusan nyawa melayang. Begitu pula, mereka yang hilang. Hingga kini tak diketahui bagaimana rimbanya.

Saat itu, Kota Banjarmasin luluh lantak. Penjarahan hingga aksi pembakaran membuat perekonomian hancur.

"Kericuhan hingga penjarahan di mana-mana. Tak ketinggalan, ada banyak wanita yang jadi korban," ujar Indra Rahman Hakiki, pimpinan produksi aksi teatrikal itu, kemarin (23/5) petang.

Dari Jalan Pangeran Samudera, aksi long march disertai teatrikal itu berhenti di kawasan Mitra Plaza, di Jalan Pangeran Antasari.

Dari sekian banyak figur teatrikal, dua yang paling mencolok. Figur seorang lelaki berumur alias kakek-kakek, dan perempuan buta yang berjalan.

"Kakek itu memperingatkan bahwa bertahun-tahun yang lalu, pernah terjadi sebuah tragedi menyebabkan luka mendalam," ungkap Indra.

Photo
Photo
BANYAK KORBAN: Visualisasi teatrikal mengenang tragedi Jumat Kelabu. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

"Sang kakek, tak mengerti peristiwa itu disebabkan oleh apa. Namun yang pasti, ia berharap dan memperingatkan agar kejadian serupa tidak terulang," tekannya.

Lalu, tentang wanita yang buta adalah simbol menggambarkan banyaknya perempuan menjadi korban dalam tragedi itu.

"Perempuan itu tidak bisa melihat lagi tentang warna. Baik itu hijau, merah, kuning atau apa. Yang ia lihat hanya kegelapan," jelas Indra.



Persis di depan Gedung Mitra Plaza di Jalan Pangeran Antasari, puluhan mahasiswa tak sekadar menampilkan aksi teater. Mereka juga menggelar doa bersama untuk seluruh korban, hingga menaburkan bunga.

Ketua Umum Sanggar Titian Barantai, Ahmad Mujahid Waridi menegaskan bahwa aksi yang digelar kemarin (23/5), lebih kepada bentuk peringatan. Supaya kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Photo
Photo
UNTUK BANUA DAMAI: Istigasah Banua yang digelar di lantai 4 Gedung Mitra Plaza, mengenang tragedi Jumat Kelabu. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Pihaknya juga mempertanyakan terkait masih abu-abunya di mata hukum tentang tragedi yang terjadi. "Kami tak ingin tragedi serupa kembali terjadi. Kapanpun itu," tegasnya.

Dari hasil pantauan Radar Banjarmasin, di Gedung Mitra Plaza, persis di lantai 4, solidaritas digelar sejumlah elemen masyarakat di Banjarmasin. Digagas oleh perkumpulan RUNE (Reliability, Unity, Nature, Equality), kegiatan digelar melalui istigasah, pembacaan Al-Qur’an, haul akbar, hingga pembacaan doa agar tragedi laiknya Jumat Kelabu tidak terjadi lagi.(war/az/dye) Editor : Arief
#Demo Mahasiswa #jumat kelabu #Aksi Damai