Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Warga Ambungan yang Terdampak Pembangunan Terminal Minta Relokasi

Arief • Kamis, 18 Mei 2023 | 10:08 WIB
CARI SOLUSI: Asisten Bidang Administrasi Umum, Safarin memimpin rapat dengan masyarakat terdampak pembangunan Terminal Tipe C di Desa Ambungan, Rabu (17/5). (Foto: Norsalim Yahya/Radar Banjarmasin)
CARI SOLUSI: Asisten Bidang Administrasi Umum, Safarin memimpin rapat dengan masyarakat terdampak pembangunan Terminal Tipe C di Desa Ambungan, Rabu (17/5). (Foto: Norsalim Yahya/Radar Banjarmasin)
PELAIHARI - Rencana pembangunan Terminal Tipe C di Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihari oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut (Tala) bakal berdampak terhadap beberapa warga setempat.

Hal ini karena di lahan seluas 9,3 hektare yang akan dibangun itu berdiri beberapa bangunan milik warga, seperti warung, bengkel, serta tempat tinggal. Total, ada 13 bangunan dari 12 kepala keluarga (KK) yang terdampak.

Oleh karena itu pada Rabu (17/5), pihak pemerintah daerah mengundang para warga terdampak untuk mengikuti rapat di Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Tala. Rapat itu dipimpin Asisten Bidang Administrasi Umum, Safarin. Diikuti dinas terkait, seperti Dishub, Satpol PP, dan BPKAD.

Dalam kesempatan itu, perwakilan warga, Ahmad Rijali mengatakan, bahwa pihaknya sebagai warga negara yang baik pastinya mendukung pembangunan yang dilakukan pemerintah. Namun, pihaknya ingin ada relokasi terhadap para warga yang terdampak.

Karena menurutnya, pihaknya telah lama menempati dan mengais rezeki di lokasi itu.
"Jika nantinya kami harus pindah, kami minta lahan sebagai tempat berjualan, beternak dan juga bermukim," ungkapnya.

Ketua RT 03 itu menjelaskan, jika tidak ada relokasi dari pemerintah daerah pihaknya bakal kebingungan mau tinggal dan berusaha di mana, karena nantinya terminal itu dibangun usaha mereka tidak ada lagi.

"Untuk lokasi relokasi kami tidak masalah di mana saja, apakah di dalam lokasi terminal atau lokasi lain. Yang penting kami memiliki usaha," kata Jali.



Selain minta direlokasi, lanjutnya, para warga juga meminta selama pembangunan terminal mereka tetap diberikan izin untuk berusaha di lokasi tersebut.

"Kami juga minta ada dana untuk pembongkaran dan pemindahan listrik, serta kami juga ingin dilibatkan dalam pengelolaan terminal tersebut," tutupnya.

Sementara itu, Safarin mengatakan bahwa pihaknya dalam rapat ini hanya menampung aspirasi-aspirasi masyarakat yang terdampak pembangunan terminal.

"Aspirasi yang disampaikan masyarakat tadi akan kita tampung dan disampaikan dalam rapat lanjutan bersama pihak terkait serta pimpinan," ujarnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan akan berusaha semaksimal mungkin agar keinginan masyarakat dapat diakomodir.

"Kami ingin masyarakat yang terdampak ekonominya tetap jalan dan pembangunan terminalnya juga jalan," tutupnya. (sal) Editor : Arief
#Terminal #Penggusuran