Pembersihan tidak hanya dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup. Tetapi dibantu dari perusahaan yang ada di sana. Menggunakan satu unit alat, 10 truk, tiga kali trip. Jadi total ada 30 pengangkutan.
Anggota DPRD Tapin, Adi Parma menuturkan, bahwa sebelumnya, Camat selaku pimpinan wilayah yang berkoordinasi dengan perusahaan PT Binuang Mitra Bersama (BMB) untuk bisa membantu membersihkan.
“Saya hanya mendorong agar sampah di sana bisa kembali dibersihkan,” paparnya.
Namun, sampah di Kecamatan Binuang memang permasalahan klasik. Usai dibersihkan, tak berapa lama, sampah di sana akan menumpuk kembali.
“Paling dua sampai tiga hari, sampah di sana akan kembali banyak,” katanya, yang juga merupakan warga Kecamatan Binuang.
Sebelumnya Abdul Muhaimin, salah satu pengguna jalan mengaku bahwa tumpukan sampah yang sudah melebar ke jalan memang sangat mengganggu.
“Apalagi baunya yang sangat menyengat, jadi saat lewat saya harus menutup hidung,” ucapnya, Selasa (10/5).
Karena sangat mengganggu, ia menginginkan pihak terkait bisa menindaklanjuti tumpukan sampah yang sudah memakan jalan tersebut. “Jangan sampai menunggu viral, baru ditindaklanjuti,” ucapnya.
Sementara Camat Binuang, Eko Haryono mengakui, bahwa adanya penumpukan itu Banyan terjadi keluhan dari warga atau pengendara yang melintas.
“Keluhan ke kami karena baunya yang luar biasa,” jelasnya.
Diberitahukan Camat, sampah yang banyak menumpuk sudah sejak dua pekan lalu. Memang ada diangkut, tetapi bisa satu atau dua kali sehari.
“Dari segi angkutan maupun sumber daya pun terbatas. Sedangkan volume sampah di sini, sehari bisa sampai 11 ton lebih,” paparnya.
Tambahnya, sebenarnya tumpukan sampah di Jalan Bypass sudah dibersihkan Dinas Lingkungan Hidup bersama perusahaan. Bahkan sudah dibuat pagar, agar tidak ke jalan.
“Tetapi kenyataannya menumpuk dan sampai ke jalan,” katanya.
Di Kantornya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tapin, Nordin mengakui, bahwa dari segi armada kurang. Khusus untuk Kecamatan Binuang hanya ada dua armada dan kurang tenaganya.
“Untuk Binuang satu atau dua truk saja bisa terangkut, sedangkan sampahnya yang ada bisa sampai lima truk dalam sehari,” paparnya. (dly) Editor : Arief