Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Sampah Menumpuk di Bypass Binuang, Baunya Ganggu Pengendara

Arief • Rabu, 10 Mei 2023 | 10:26 WIB
BERSERAKAN: Sampah yang menumpuk di Jalan Bypass Kecamatan Binuang mengeluarkan bau tak sedap. | Foto: Rasidi Fadli/Radar Banjarmasin
BERSERAKAN: Sampah yang menumpuk di Jalan Bypass Kecamatan Binuang mengeluarkan bau tak sedap. | Foto: Rasidi Fadli/Radar Banjarmasin
RANTAU – Pengendara yang lewat Jalan Bypass Binuang pasti merasa terganggu. Hal ini akibat tumpukan sampah di sana. Hampir memakan separuh jalan.

Abdul Muhaimin, salah satu pengguna jalan mengaku, bahwa tumpukan sampah yang sudah memakan badan jalan memang sangat mengganggu.

“Apalagi, baunya yang sangat menyengat. Jadi, saat lewat saya harus menutup hidung,” ucapnya, Selasa (10/5).

Karena sangat mengganggu, ia menginginkan pihak terkait bisa menindaklanjuti tumpukan sampah yang sudah memakan badan jalan tersebut.

“Jangan sampai menunggu viral, baru ditindaklanjuti,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Binuang, Eko Haryono mengakui, bahwa adanya penumpukan itu banyak terjadi keluhan dari warga atau pengendara yang melintas.

“Keluhan ke kami karena baunya yang luar biasa,” jelasnya.

Diberitahukan Eko, sampah yang banyak menumpuk sudah sejak dua pekan yang lalu. Memang ada diangkut, tetapi bisa satu atau dua kali sehari.

“Dari segi angkutan maupun sumber daya pun terbatas. Sedangkan volume sampah di sana, sehari bisa sampai 11 ton lebih,” paparnya.

Ia menambahkan, sebenarnya tumpukan sampah di Jalan bypass sudah dibersihkan Dinas Lingkungan Hidup bersama pihak perusahaan. Bahkan sudah dibuat pagar agar tidak ke jalan.

“Tetapi, kenyataannya menumpuk dan sampai ke jalan,” katanya.



Di Kantornya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tapin, Nordin mengakui, bahwa dari segi armada kurang. Khusus untuk Kecamatan Binuang hanya ada dua armada dan kurang tenaganya.

“Untuk Binuang, satu atau dua truk saja bisa terangkut. Sedangkan sampahnya yang ada bisa sampai lima truk dalam sehari,” paparnya.

Ia mengaku, untuk permasalahan ini sudah dikoordinasikannya. Rencana sementara, akan menambah anggaran, biaya gotong royong.

“Tetapi, sebenarnya, untuk APBD perubahan, bisa menambah armada,” tuntasnya. (dly) Editor : Arief
#Sampah