Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Peringati Hari Tari Sedunia di Kalsel, Bakal Digelar di Dua Kota

Arief • Sabtu, 6 Mei 2023 | 09:48 WIB
EVENT: Ilustrasi foto penampilan seni tari di Banjarmasin beberapa waktu lalu. Bulan ini, peringatan Hari Tari Dunia bakal kembali digelar. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN 
EVENT: Ilustrasi foto penampilan seni tari di Banjarmasin beberapa waktu lalu. Bulan ini, peringatan Hari Tari Dunia bakal kembali digelar. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN 
BANJARMASIN - Peringatan Hari Tari Dunia (HTD) Kalsel akan kembali digelar di Kalsel. Di Banjarmasin sendiri digadang-gadang bakal ada ratusan seniman tari yang bakal unjuk kebolehan.

Digagas dengan tema besar 'Banua ExtraordiNARI', pelaksanaan hari pertama digelar pada 19 Mei mendatang. Dipusatkan di Wetland Square, Jalan Ahmad Yani Kilometer 3,5 Banjarmasin sejak pukul 16.00 Wita.

Keesokan harinya, kegiatan serupa juga digelar di Banjarbaru, Ibu Kota Provinsi Kalsel. Di sini, ratusan penari juga akan berpartisipasi.

Gita Kinanthi menjelaskan gelaran Hari Tari Sedunia digagasnya bersama sejumlah seniman di Kalsel. Pihaknya menargetkan ada sebanyak 200 penari yang nantinya menyemarakkan kegiatan itu. Tentu tidak hanya terdiri dari para remaja. Namun, juga anak-anak.

"Baik itu dari sanggar atau komunitas tari di Banjarmasin dan Banjarbaru, juga rekan-rekan seniman dari daerah lainnya," jelas Direktur Excelsior Dance Project (EDP) Banua itu, kemarin (5/5).

Gita menambahkan bahwa kegiatan HTD Kalsel digagas secara non profit. Namun melalui proses kolaborasi dan proses kreatif, pihaknya mengharapkan acara tersebut bisa dilaksanakan konsisten setiap tahun, serta memberikan pengalaman berkesan.

Ia juga meyakinkan kegiatan yang digelar bukan hanya ajang seremonial belaka. Tapi juga untuk mendukung perkembangan seni tari di Kalsel.

"Materi tari yang dibawakan sangat kompleks atau beragam. Mulai dari tari tradisional khas dari berbagai daerah, dan sebagainya," ungkapnya.

Untuk diketahui, pada tahun 1982 di Paris, Komite Tari di International Theatre Institute (ITI) menjadikan tanggal 29 April sebagai Hari Tari Sedunia (World Dance Day). Tanggal itu dipilih dari lahirnya sang pencetus Balet Modern di Perancis, Jean Goerges Noverre.



Selanjutnya peringatan itu diikuti oleh berbagai negara, hingga di berbagai daerah di Indonesia. Tujuannya untuk merayakan berbagai jenis tarian.

Kemudian memaknai tari sebagai bagian dari peradaban manusia, serta menyatukan orang-orang dengan menggunakan 'Bahasa' berupa tarian.

Melihat potensi seniman tari di Kalsel terhadap perkembangan seni tari di Banua hingga Nusantara, HTD pun digelar pertama kali pada tahun 2015 lalu. Di Banjarmasin dan Banjarbaru.

"Kami melihat tari bukan saja sekadar hiburan. Tapi, tari adalah media solidaritas masyarakat dengan segala dampak positifnya," ucap Gita.

"Kami meyakini bahwa melalui tari, akan tercipta keharmonian," pungkasnya.(war/az/dye)

  Editor : Arief
#Event #Pameran Seni #Seni dan Budaya