Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tak Habis Pikir, MUI Sampai Diserang

Arief • Rabu, 3 Mei 2023 | 09:37 WIB
 POLICE LINE: Kantor MUI Pusat di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, setelah insiden penembakan. | FOTO: JAWA POS
 POLICE LINE: Kantor MUI Pusat di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, setelah insiden penembakan. | FOTO: JAWA POS
BANJARMASIN - Penembakan di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa (2/5) siang, membuat umat terhenyak.

Wakil Ketua MUI Kalsel, Prof Hafiz Anshari menuntut kasus ini harus diusut tuntas.
Peristiwa ini sebutnya sangat tidak biasa terjadi, bahkan langka. "Aparat penegak hukum harus mengusut tuntas," kata Hafiz kemarin.

Motif penembakan memang belum terungkap, tapi ia bertanya-tanya, apakah ada yang dengan sengaja menebar teror atau ada kekecewaan seseorang/kelompok atas MUI.

Menurutnya, kasus ini mungkin tak berdiri sendiri. Tujuannya untuk mengeruhkan suasana. "Apalagi memasuki tahun politik 2024," ujarnya.

Prof Hafiz juga mengungkit tentang prasangka keagamaan yang kontroversial. Seperti salat ied yang bercampur antara saf laki-laki dan perempuan.

Dugaan lain, menyangkut polemik penentuan Lebaran. "Siapa tahu ada hubungannya... yang pada akhirnya berujung pada kekecewaan," terkanya.



Apapun itu, ia sungguh tak habis pikir, mengapa MUI sebagai sebuah lembaga yang netral malah menjadi sasaran penembakan. Insiden ini seakan menjadi ancaman terhadap pimpinan dan pengurus MUI.

"Sekali lagi, usut tuntas. Jangan sampai kejadian ini digunakan untuk memperkeruh suasana politik," tekannya.

Kepada umat, dia meminta masyarakat tak terpancing emosi. "Karena masih belum jelas motifnya, jangan asal tuduh dan jangan sembarang mengambil keputusan. Umat Islam mohon tetap tenang, sepenuhnya kita serahkan ke kepolisian," pesannya.

Untuk kantor MUI Kalsel, ia mengaku telah meminta pengamanan di sekretariat untuk lebih berhati-hati. Tak ada salahnya untuk bersikap waspada.

"Kita masih tak tahu, apakah ini jaringan teror atau murni perbuatan individu. Paling tidak kewaspadaan harus ditingkatkan," tutupnya. (mof/gr/fud) Editor : Arief
#mui