Jalan KH Kasyful Anwar di Pasayangan pun macet karena sesak dengan ribuan calon pendaftar.
Petugas keamanan ponpes sampai harus menerapkan sistem buka tutup jalur agar area ponpes tidak semakin sesak.
Salah seorang pendaftar, Abdillah mengaku sudah berada di lokasi pendaftaran sebelum jam 6 pagi.
Ia datang ke Darussalam bersama 11 temannya. Mereka alumni Ponpes Al-Amin, Kabupaten Barito Kuala.
"Datang sejak pagi, tapi sudah berdesakan supaya bisa kebagian formulir pendaftaran," ujarnya.
Selain Abdillah, ada juga Tahmidillah. Remaja asal Tabunganen, Batola ini berangkat dari rumahnya sejak malam hari. "Kemudian menginap di asrama teman di dekat sini (Darussalam)," katanya.
Tahmidillah sudah sejak lama berniat masuk ke Darussalam, namun baru terwujud tahun ini setelah tabungannya terkumpul.
"Karena kami ingin mengambil berkah dari para ulama di Martapura. Terutama berkah dari Guru Sekumpul (KH Muhammad Zaini Abdul Ghani)," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum Ponpes Darussalam, KH Naufal menyampaikan, tingginya semangat calon santri yang mendaftar membuat ribuan formulir pendaftaran ludes dalam sehari.
Ponpes yang berdiri sejak 14 Juli 1914 silam ini membuka pendaftaran selama tiga hari, dari 30 April sampai 2 Mei 2023. "Setiap tahun antusias pendaftar memang tinggi," ujar Naufal.
Ia menuturkan, ada 4.810 formulir yang disiapkan oleh Ponpes Darussalam pada tahun ini. "Formulir ini untuk tiga tingkatan," jelasnya.
Dirincikannya, tingkat awwaliyah putra-putri sebanyak 800 formulir. Kemudian, tingkat wustha putra-putri 1.610 formulir, serta ulya putra-putri 1.900 formulir. (zkr/ris/gr/fud) Editor : Arief