Ratusan masyarakat memadati area sekitar Masjid Agung al-Falah untuk melihat jalannya puluhan kendaraan hias bernuansa Islami tersebut.
Mewakili bupati, Sekretaris Daerah Tanah Bumbu, H Ambo Sakka menghadiri pawai tersebut.
“Para peserta dapat tertib dari awal pelaksanaan hingga selesai. Selain itu, peserta juga harus selalu mengutamakan keselamatan,” harap Sekda.
Dalam kesempatan itu, sekda juga mengucapkan selamat Idulfitri kepada masyarakat Tanah Bumbu.
“Kita berdoa kepada Allah, semoga kita semua termasuk golongan yang dijanjikan sebagaimana firman-Nya dalam Alquran,” katanya.
Ia katakan, pelaksanaan Festival Tanglong juga dimaksudkan sebagai sarana silaturahmi sekaligus menyambut kegembiraan umat Islam setelah melaksanakan ibadah puasa.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Sekretariat Kabupaten Tanah Bumbu Akhmad Rozain selaku panitia penyelenggara melaporkan, Festival Tanglong merupakan kegiatan rutin tahunan diadakan Pemerintah Kabupaten dalam rangka menyambut lebaran Idulfitri.
“Kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka untuk meningkatkan kualitas keimanan dan syiar Islam kita agar semakin bertambah,” beber Rozain.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi upaya dalam melestarikan tradisi terdahulu dan budaya Islam. Serta sebagai tanda perwujudan dalam kemajuan syiar Islam di Bumi Nusantara.
Adapun pelaksanaan Festival Tanglong dibagi menjadi dua kategori. Yakni untuk SKPD dan umum. Selain itu tempat pelaksanaan juga dibagi menjadi dua lokasi, yakni di Kecamatan Kusan Hilir dan Simpang Empat.
“Alhamdulillah, berdasarkan catatan terakhir, jumlah peserta kategori SKPD yang mengikuti kegiatan ini, sebanyak 37 peserta. Kemudian untuk umum, sebanyak 11 peserta,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI-Polri dan pihak lainnya yang berpartisipasi dalam mengamankan dan menyukseskan Festival Tanglong di Bumi Bersujud.
“Mudah-mudahan acara ini berlangsung dengan baik,” pungkasnya.
Sebagai informasi, turut berhadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Tanbu, Forkopimda, Pimpinan SKPD, Camat, Komite Percepatan Pembangunan Daerah, tokoh agama dan tokoh masyarakat. (dza) Editor : Muhammad Helmi