Lomba ini diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Perlombaan bernuansa islam itu diikuti 40 grup atau sekitar 400 peserta dari berbagai desa.
Setelah lomba dibuka, para peserta pawai menuju Gedung Murakata Barabai yang menjadi vanue perlombaan.
Bupati HST Aulia Oktafiandi mengatakan lomba bagarakan sahur merupakan bentuk perhatian pemkab dalam mewadahi kreativitas warga Bumi Murakata.
Bupati Aulia berpesan agar pelaksanaan bagarakan sahur tidak membuat masyarakat terganggu dalam melaksanakan ibadah.
"Jaga kebersamaan dan ketertiban, bagarakan sahur pada hakikatnya bertujuan untuk mengingatkan warga untuk bersahur," ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan HST Muhammad Anhar mengungkapkan antusias masyarakat terhadap lomba bagarakan sahur sangat tinggi, sehingga pihaknya menggelar lomba itu selama dua hari dari tanggal 10-11 April 2023.
"Hari pertama 20 grup, dan 20 grup lainnya pada selasa malam sekaligus pengumuman juara lomba oleh dewan juri," Jelas Anhar.
Total hadiah dalam perlombaan bagarakan Sahur ini senilai Rp15 Juta. Para peserta menggunakan alat-alat tradisional dan pecah belah sebagai alat musik. Mereka saling adu kreativitas.
Anhar mengharapkan lomba bagarakan sahur dapat dijadikan momen memperbaiki serta mengembalikan nilai-nilai tradisi kreativitas dan kebersamaan yang kini terkesan mulai tergerus.
Lomba ini juga untuk menunjukkan esensi sebenarnya dari budaya bagarakan sahur. Selama ini citranya buruk karena banyak pemuda menggunakan musik-musik diskotik sebagai pengiring lagu. (adv/mal) Editor : Muhammad Helmi