Pedagang masih memberikan kantong plastik untuk memudahkan pembeli membawa barang belanjaannya. Demikian pula dengan pengunjung, mayoritas masih menerima kantong plastik yang diberikan pedagang.
Salah seorang pengunjung, Rida mengaku tidak melihat adanya kantong belanja alternatif di lapak-lapak dagangan. "Tadi, adanya memang kantong plastik biasa," ucapnya.
Kenapa tak membawa kantong belanja sendiri? Rida bilang sedang buru-buru. "Andai ada pedagang yang menyediakan kantong belanja (selain plastik, red), pasti saya pertimbangkan untuk membeli," jelasnya warga Kelurahan Kuin Selatan itu.
Dari hasil pantauan Radar Banjarmasin, seluruh pedagang memang masih menyediakan kantong plastik. Salah seorang pedagang, Rosi mengaku baru tahu larangan penggunaan kantong plastik di Pasar Wadai Ramadan Siring Menara Pandang itu dari adanya pemberitaan.
Menurutnya, sosialisasi larangan juga tak pernah dilakukan. Bahkan, sejak awal dirinya membuka lapak. "Setahu saya, sedari awal memang tak ada sosialisasi. Sampai sekarang," ungkapnya.
Bagaimana bila seandainya para pedagang disuruh menyediakan atau mengganti kantong plastik? Ambil contoh, bakul purun. Perempuan 60 tahun bilang, kendati bagus untuk pendapatan para penjual bakul purun, secara otomatis hal itu akan menambah pengeluaran alias budget tambahan bagi para pedagang.
"Misalnya ada pembeli yang ingin membeli sebungkus rempeyek. Terus kita kasih bakul. Kan lebih mahal bakul purunnya. Kalau disediakan pun, apakah pengunjung mau beli," jelasnya.
"Kalau saya pribadi, lebih praktis dengan menyediakan kantong plastik ini. Harganya juga lebih terjangkau," lanjutnya. "Kecuali bila pihak penyelenggara mau menyediakan," katanya.
Radar Banjarmasin pun mengonfirmasi ketiadaan sosialisasi tersebut kepada pihak penyelenggara. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan. Demikian pula ketika hal ini dikonfirmasi ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin.
Seperti diketahui sebelumnya, penggunaan kantong plastik di Pasar Wadai Ramadan Siring Menara Pandang juga disoroti DLH Banjarmasin. Sang kepala dinas, Alive Yoesfah Love berjanji bakal memanggil pihak penyelenggara dalam waktu dekat. Lalu, juga bakal menerjunkan tim untuk melakukan sosialisasi. Selambat-lambatnya penggunaan kantong plastik ditarget bisa ditekan pada hari ke-20 Ramadan.
Maraknya penggunaan kantong plastik di Pasar Wadai Ramadan di Siring Menara Pandang juga disoroti pengamat lingkungan di Banjarmasin, Hamdi. Ia bilang, semestinya bila ingin mengambil kebijakan untuk pengurangan kantong plastik di suatu objek tertentu, apakah itu pasar wadai Ramadan atau pasar tradisional hendaknya juga diiringi dengan langkah persiapan.
"Jauh-jauh hari sudah mesti disosialisasikan dengan baik. Tidak bisa dilakukan serta merta tanpa ada langkah-langkah upaya yang jelas dan sistematis," ungkapnya, kemarin (28/3).
"Setahu saya (selain mencantumkannya dalam perwali, red), tidak pernah ada rencana konkret dari Pemko Banjarmasin untuk melarang atau pengurangan penggunaan kantong plastik," jelasnya.
Menurutnya, wajar apabila kemudian penerapannya justru menjadi keluhan di tengah para pedagang. Hingga ketiadaan upaya dari pedagang untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. "Jadi, kalau toh mau dilakukan harus direncanakan jauh-jauh hari dan disosialisasikan. Supaya calon pedagang pasar wadai serta masyarakat yang jadi konsumen siap," tekannya.
Hamdi juga menegaskan bahwa larangan penggunaan kantong plastik sebenarnya juga jangan hanya dilakukan di area pasar wadai Ramadan. Namun, juga di pasar-pasar tradisional.
"Menurut pandanganku, sampah plastik yang dihasilkan oleh pasar wadai Ramadan itu relatif kecil, karena sifatnya insidental. Hanya sekali dalam setahun," ujarnya.
"Jadi, jauh lebih penting yang utama itu adalah penekanan terhadap pasar tradisional," bandingnya.
Sebagai masukan, pemko bisa menerapkan itu di salah satu pasar terlebih dahulu sebagai percontohan. Menurutnya jika sudah sukses, bisa menjadi pemicu untuk dilakukan di pasar-pasar lain. "Jika itu bisa dilaksanakan, maka kita akan bisa memberi kontribusi yang besar terhadap pengurangan sampah plastik," yakinnya.(war/az/dye) Editor : Arief