Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tak Bisa Tarawih karena Banjir: 7 Desa di Jejangkit Terendam

Arief • Selasa, 28 Maret 2023 | 11:22 WIB
TERENDAM: Teras rumah warga Jejangkit yang terendam. Banjir sudah melanda sejak sebulan terakhir. | FOTO: MAULANA/RADAR BANJARMASIN 
TERENDAM: Teras rumah warga Jejangkit yang terendam. Banjir sudah melanda sejak sebulan terakhir. | FOTO: MAULANA/RADAR BANJARMASIN 
BANJARMASIN - Tujuh desa di Kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala dilanda banjir. Sudah sebulan terakhir banjir menggenangi jalan dan permukiman, bahkan tempat ibadah.

"Sebagian rumah sudah lama terendam. Kalau di tempat saya, RT 05, sudah tiga hari airnya masuk ke dalam rumah. Tingginya sekitar 5-10 cm," ungkap Kepala Desa Jejangkit Muara, Jamhari kemarin (27/3).

Curah hujan yang tinggi, membuat air tertahan, tak bisa mengalir keluar.

"Selain curah hujan, ditambah kiriman air dari kabupaten Banjar. Diperparah pembuangan air dari area perkebunan sawit yang membuang ke Sungai Jejangkit," bebernya.

Ditekankan Jamhari, ini bukan peristiwa perdana. Jejangkit memang langganan terendam banjir. Ia berharap perusahaan perkebunan sawit di Jejangkit berhenti membuang limpasan airnya ke sungai.

"Tujuh desa ini masuk dataran rendah, apalagi di Desa Bahandang," sebutnya.

Perihal akses desa, jangan nekat menerobos dengan sepeda motor. Bisa mogok. Apalagi beberapa ruas sudah rusak berlubang akibat terus-menerus terendam air.

"Rata-rata warga di sini membuat meja yang agak tinggi untuk tempat tidur yang kering," tambahnya.

Namun, warga memilih bertahan, belum mengungsi lantaran listrik masih menyala. "Kalau listrik sudah padam total, bisa lumpuh komunikasi ke luar desa," lanjutnya.

Dia berharap, ada bantuan dari pemda, terutama makanan siap jadi. Apalagi ini bulan puasa. "Masyarakat menantikan bantuan sembako," ujarnya.

Di Desa Jejangkit Muara, semua rumah sudah terendam. Di sana ada 363 rumah yang dihuni 1.453 jiwa.

Enam desa lainnya adalah Cahaya Baru, Sampurna, Bahandang, Jejangkit Pasar, Jejangkit Barat, dan Jejangkit Timur. Total ada 1.728 rumah yang terendam dan 6.924 jiwa yang terdampak.

Yang membuat mengurut dada, selama Ramadan, warga tak bisa menunaikan salat tarawih berjemaah. Karena beberapa musala dan masjid sudah terendam.

"Sebagian tempat ibadah masih bisa digunakan. Intinya, warga sekarang belajar menikmati hidup dikelilingi air," tutupnya.

Sementara itu, Hadriani, warga Desa Bahandang RT 02 menuturkan, mereka sahur dengan mi instan dan telur. "Bosan juga makan itu-itu saja. Tapi bagaimana lagi, beraktivitas saja tak bisa," keluhnya.

Sama seperti desa tetangganya, warga Bahandang juga memilih bertahan. "Banjirnya sejak pertengahan Februari. Mau ke mana lagi? Di sinilah tempat tinggal kami," keluhnya.

Dia berharap ada solusi jangka panjang dari pemda. Agar musibah tahunan ini bisa dicegah.

"Solusi jangka pendek, kami perlu bantuan makanan. Jangka panjangnya, harus dipikirkan, agar limpasan air bisa dibuang ke Sungai Barito. Selama ini hanya mengharapkan Sungai Jejangkit dan Sungai Alalak," tutupnya.

Radar Banjarmasin coba mengkonfirmasi Kepala Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Batola, Budimansyah tak merespons pertanyaan wartawan. (lan/gr/fud) Editor : Arief
#Banjir