Dosen Fakultas Teknik (FT) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Dr Eng Akbar Rahman, mengaku bahwa dirinya mengapresiasi respon yang dilakukan Pemko Banjarbaru tersebut.
Namun, Akbar menilai konsep kolaborasi antara Pemko Banjarbaru dan IMI Kalsel dalam pembangunan sirkuit, dimana IMI menyediakan lahan dan Pemko yang akan membangunkannya perlu ditelaah lebih lanjut.
Pertama, status sirkuit nantinya akan menjadi hak kepemilikan bersama atau hibah pemko ke IMI Kalsel untuk pembangunan. “Jika kepemilikan bersama, maka manajemen pengelolaan harus jelas, pun jika pemko menghibahkan ke IMI Kalsel juga harus patuh terhadap ketentuan yang berlaku,” ucapnya saat dihubungi Radar Banjarmasin, Sabtu (25/3) siang.
Kedua, letak pembangunan sirkuit diserahkan ke IMI Kalsel, sebab pemilik lahan adalah IMI Kalsel. Ini perlu perhatian dan kajian khusus.
Menurutnya, sirkuit merupakan fasilitas penunjang kawasan, maka keberadaannya akan memunculkan tarikan perkembangan kota, sehingga dampak yang ditimbulkan perlu dianalisis lebih dalam. “Selain itu, polusi suara yang dihasilkan harus tidak mengganggu kawasan permukiman,” ungkapnya.
Ketiga, ada baiknya penentuan lokasi sirkuit melibatkan pihak terkait dan memperhatikan tata ruang Kota Banjarbaru. “Apalagi saat ini status Ibu Kota Provinsi menjadi predikat Banjarbaru, jadi perlu kajian khusus dalam setiap pembangunan,” pintanya.
Keempat, jika alasan pembangunan sirkuit adalah mengakomodir hobi remaja dalam kegiatan balap motor. Maka fasilitas sirkuit perlu juga memperhatikan seberapa banyak jumlah remaja yang hobi balapan di Banjarbaru, Martapura dan daerah sekitarnya. “Sehingga sirkuit betul-betul dapat mewadahi semuanya,” tukasnya.
Karena itulah, Akbar menyarankan dalam menangani balap liar, Pemko Banjarbaru dapat bekerja sama dengan Pemkab Banjar dan Pemprov Kalsel. Ia memandang bahwa hal tersebut penting dilakukan karena kedua wilayah berdekatan dan wilayah perkantoran Pemprov sering digunakan balap liar.
Jika melihat perkembangan kawasan kedepannya, maka Kota Banjarbaru harus betul-betul memperhatikan penempatan fasilitas baru kota agar tidak terjadi penumpukan aktivitas. (zkr/yn/bin) Editor : Arief