Fikri, 27, warga Kelurahan Loktabat Selatan, Kota Banjarbaru yang tinggal di sekitar embung menilai, kawasan dengan luas 0,72 hektare yang berfungsi sebagai pengendali banjir di Kota Idaman ini, akan sangat membahayakan jika tidak segera diberi penerangan.
“Takutnya kalau ada orang yang tercebur lalu tenggelam di sana, kita tidak bisa memantaunya. Soalnya kalau malam kawasan ini gelap sekali,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Senin (20/3) siang.
Bukan tanpa alasan kekhawatiran itu diungkapkan Fikri. Ia menceritakan bahwa Embung Sidodadi ini sering dijadikan lokasi memancing warga. Selain itu, pemuda berusia 27 tahun ini juga mengaku khawatir akan ada yang memanfaatkan situasi gelapnya kawasan tersebut.
“Siapa yang bisa menjamin kalau tidak ada yang berbuat hal-hal senonoh di sana. Makanya lebih baik lokasi segera diberi penerangan supaya warga di sini juga bisa memantau aktivitas di sana,” tukasnya.
Sebelumnya, kondisi ketiadaan penerangan itu juga disoroti oleh Ketua LPM Loktabat Selatan, Bambang Puji Harianto. Bambang juga mengaku, warga telah dua kali mengusulkan penerangan di kawasan Embung Sidodadi.
Namun, hingga kini belum juga ditindaklanjuti. Kondisi minimnya penerangan itu menurutnya membuat warga sekitar resah. Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Utilitas Disperkim Banjarbaru, Anwar Delmi mengakui, pihaknya memang belum mengadakan penerangan di kawasan Embung Sidodadi.
Kendati demikian, Anwar menuturkan pihaknya berjanji akan mencoba mengusulkan pengadaan penerangan di sana pada saat anggaran perubahan nanti.
“Semoga nanti bisa disetujui oleh anggota dewan ketika hal ini diusulkan di perubahan,” katanya.
Ia mengaku sudah melakukan survei ke lapangan sebagai bahan pertimbangan dewan saat pihaknya mengusulkan hal tersebut di anggaran perubahan.
Namun, saat ditanya berapa anggaran dan jumlah titik lampu penerangan yang diperlukan untuk menerangi lokasi Embung Sidodadi tersebut, Anwar mengaku belum bisa memastikannya.
“Masih kami sesuaikan dengan hasil survei, soalnya dari hasil pantauan di lapangan ada sedikit kendala terkait sumber aliran listrik untuk dipakai sebagai pendukung penerangan terbilang cukup jauh,” ujarnya.
Sehingga ia belum bisa memastikan berapa anggaran yang diperlukan, karena jika titik sumber listrik jauh, maka otomatis kabel yang dipakai pun juga pasti akan lebih panjang. (zkr/yn/bin) Editor : Arief