BANJARBARU - Amblesnya badan jalan di ruas Jalan Panglima Batur, Kota Banjarbaru sudah semakin parah. Pasalnya, kerusakan jalan yang tepat berada di depan kantor Samsat Banjarbaru ini, semakin tambah lebar dan menimbulkan lubang yang cukup dalam.
Padahal, jarak titik amblesnya jalan ini dengan Gedung Balai Kota Banjarbaru hanya selemparan batu saja. Namun sekarang lubang itu ditutup dengan plat besi.
Alhasil, banyak pengendara yang melintas di ruas Jalan Panglima Batur ini merasa terganggu dan mengeluhkan kondisi jalan yang amblas tersebut.
Salah satunya adalah Rahmad. Ia mengaku sudah dua kali hampir terjungkal akibat motornya tertabrak lubang akibat jalan yang ambles itu.
"Yang paling saya ingat itu waktu Presiden Jokowi datang pada Jumat lalu. Biasanya mulus-mulus saja jalanan di sini, tiba-tiba ada muncul lubang, makanya saya hampir jatuh," ungkapnya, Senin (20/3) siang.
Menurutnya, lubang di Jalan Panglima Batur ini sangat membahayakan bagi pengguna jalan, khususnya pengendara motor. Karena posisi lubang berada tepat di tengah jalan. Selain itu titik kerusakan jalan ini juga terlindung tanjakan.
"Lengah sedikit, bisa-bisa orang yang pakai motor langsung jatuh," tukasnya.
Karena itulah pemuda yang bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan swasta ini berharap agar Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru bisa segera memperbaiki kerusakan yang ada.
"Kalau sekarang sudah lumayan aman ada plat besi, jadi tidak terlalu membahayakan bagi pengendara. Tapi saya harap kondisi ini harus tetap ditindaklanjuti dengan perbaikan. Jangan sampai menunggu ada korban dulu baru diperbaiki," sindirnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Banjarbaru, Adi Maulana mengaku pihaknya sudah mendapatkan laporan atas kerusakan tersebut.
Ia membeberkan, bahwa kerusakan itu disebabkan oleh gerusan air yang rembes dari jalur drainase. Sehingga membuat konstruksi dasar di jalan tersebut berlubang, dan akhirnya terjadi ambles.
"Asusmi kami seperti itu, karena tidak ada terlihat ada air keluar terus menurus dari pipa PDAM," ungkapnya saat ditemui awak media.
Karena itu, Adi mengatakan bahwa pihaknya segera melakukan perbaikan pada jalan tersebut hingga dua hari ke depan.
"Mulai hari ini rencananya akan langsung diperbaiki. Sementara kami tutup plat baja dulu," janjinya.
Kemudian, untuk badan jalan yang ambles, pihaknya akan melakukan perbaikan dengan cara pembongkaran, kemudian diganti dengan cor beton.
Selama perbaikan itu ujar Adi bakal ada pengalihan arus, sebab tingkat pengendara di Jalan Panglima Batur sangat padat.
"Setelah dicor beton nanti tetap akan kami lapisi plat baja selama tujuh hari, untuk mencapai hasil maksimal pada beton," jelasnya.
Perbaikan itu menurut perhitungan kasar Adi memerlukan biaya senilai Rp 10 Juta, dengan asumsi keperluan sebanyak tiga kubik beton.
"Perhitungan sementara cor beton sedalam satu meter dengan lebar setengah meter, dari panjang lebar jalan enam meter," tuntasnya. (zkr/why) Editor : Administrator