Pengamatan lapangan di beberapa jalan di Kota Amuntai, aktivitas pertokoan tutup. Jalanan pun terlihat lengang.
H Burhan salah satu warga Sungai Malang Kota Amuntai mengatakan tak ingin ketinggalan hadir dalam haul ulama kharismatik Kalsel tersebut.
"Ini momen cuma satu tahun sekali. Saya berangkat subuh tadi, menuju Kota Martapura (Banjar, red) untuk hadir di haul Abah Guru Sekumpul ke-18. Toko saya tutup dua hari," ujarnya pada wartawan koran ini.
Burhan mengaku berangkat menggunakan roda empat sebab dia dan keluarganya ikut dalam satu mobil. Sementara itu, Rendi juga mengaku tidak membuka toko aksesoris motornya, sebab juga berangkat ke Haul Guru Sekumpul.
"Bagi kami Guru Sekumpul atau Abah, jadi panutan sebagai ulama kharismatik. Bahkan setiap tahun jemaah semakin banyak ini," ungkap Rendi.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres HSU AKP Tugiyana mengatakan memang banyak warga Kota Amuntai termonitor berangkat menuju Haul Guru Sekumpul di Martapura Kabupaten Banjar.
"Ada warga yang menggunakan roda empat ada juga roda dua untuk berangkat ke haul guru, untuk menghindari macet," jawabnya.
Sementara itu, Kapolres HSU AKBP Moch Isharyadi Fitriawan SIK, selalu mengimbau kepada jemaah Haul Guru Sekumpul dari HSU, dan jemaah haul yang melalui wilayah hukum Polres HSU, untuk selalu menaati aturan lalu lintas dan rambu dan marka jalan.
"Utamakan keselamatan. Selamat menuju haul guru dan selamat kembali ke rumah kembali setelah kegiatan haul. Capek istirahat dan jaga kesehatan," imbaunya. (mar/ij/ran) Editor : Arief