Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, Awan Subarkah mendukungnya. Dengan catatan ada kajian terlebih dahulu.
"Kajian ringan saja. Untuk mengukur respons masyarakat Jafri Zamzam dan pedagang Pasar Terapung mengenai rencana itu," ujarnya kemarin (26/1).
Kalau ternyata pedagang belum siap, Awan meminta agar sungai di Banjarmasin Barat itu tetap dibenahi.
Sebab kawasan itu punya potensi pariwisata. Misalkan menjadi lintasan sepeda air. "Selain rindang, sungainya juga lebar. Mirip danau," kata politisi PKS itu.
"Yang penting, tumbuhkan saja dulu bibit wisatanya. Kalau dikelola dengan baik, maka kawasan itu akan berkembang dengan sendirinya," sambungnya.
Awan berharap, keberadaan wisata air di sana mendorong ekonomi warga sekitar bergeliat. "Intinya kami mendukung saja, asal pemko serius dan konsisten," pungkasnya.
Terpisah, Camat Banjarmasin Barat, Ibnu Sabil mengklaim sudah ada survei kepada masyarakat. Hasilnya, warga Jafri Zamzam mendukung rencana itu.
"Sebelum rencana ini mencuat, kami bersama pokdarwis (kelompok sadar wisata) di sana sudah turun ke lapangan. Hasilnya, masyarakat meminta agar kawasan ini dikelola menjadi tempat wisata," ujarnya kepada Radar Banjarmasin.
Lantas bagaimana dengan rencana pengumpulan dana CSR sebagai modal awal membenahi kawasan tersebut?
Ibnu Sabil mengatakan sedang penjajakan ke perusahaan-perusahaan, khususnya yang berkantor di wilayah kecamatannya. "Doakan saja semoga cepat terealisasi," pintanya.
Diwartakan sebelumnya, Pasar Terapung di muara Sungai Kuin sudah lama mati suri. Kalah pamor dengan Pasar Terapung di Siring Pierre Tendean dan Pasar Terapung di Lok Baintan, Kabupaten Banjar.
Pemindahan ini juga dinilai akan menghapus stigma kumuh dari Jalan Jafri Zamzam. (zkr/gr/fud) Editor : Arief