Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Banyak Korban Gigitan Monyet di Banjarmasin, Segeralah Suntik Antirabies

Arief • Selasa, 24 Januari 2023 | 13:56 WIB
DIBIUS: Tim Animal Rescue Banjarmasin ketika melumpuhkan monyet ekor panjang di Pulau Sewangi, kemarin (23/1). | FOTO: TIM ANIMAL RESCUE BANJARMASIN FOR RADAR BANJARMASIN 
DIBIUS: Tim Animal Rescue Banjarmasin ketika melumpuhkan monyet ekor panjang di Pulau Sewangi, kemarin (23/1). | FOTO: TIM ANIMAL RESCUE BANJARMASIN FOR RADAR BANJARMASIN 
BANJARMASIN - Sepanjang tahun 2021-2022, ada banyak kasus gigitan monyet. Khusus di Kota Banjarmasin, tercatat ada lebih dari sepuluh kasus.

Medik Veteriner di Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin, drh Annang Dwijatmiko menyebut kasusnya tergolong banyak. "Bahkan ada yang sampai uratnya putus. Sampai dibawa ke RS di Jakarta atau Surabaya untuk menjalani operasi," ujarnya, kemarin (23/1). "Ada pula yang seusai kena gigit di kaki, bengkak sampai sepekan. Kami sarankan untuk suntik vaksin antirabies. Bengkaknya pun berangsur-angsur pulih," tambahnya.

Menurut Annang, dari sekian banyak kasus gigitan monyet belum ada yang mengarah ke kasus rabies. Virus rabies biasanya menyebar melalui gigitan hewan pembawa rabies alias HBR. Seperti anjing, kucing, monyet, dan musang. Ketika hewan menggigit manusia, sulit diketahui apakah yang bersangkutan terpapar virus rabies atau tidak. Kecuali otak hewan yang menggigit itu dibedah, kemudian diperiksa.

Jadi untuk antisipasi, Annang menyarankan agar sebaiknya yang bersangkutan segera disuntik antirabies. "Pada perjalanannya, virus rabies itu menyasar ke otak manusia. Kalau gigitannya ada di lengan atau kaki, berarti sampai ke otak manusia itu memerlukan waktu enam bulan atau setahun," jelasnya.

Annang menegaskan perlunya hal itu diantisipasi. “Kalau tidak diantisipasi, kita tak akan tahu. Karena untuk mengetahui itu rabies atau tidak, ya harus diambil otak hewan yang menggigit," tekannya.

Menurutnya, jangan sampai sudah muncul gejala. Itu membuat tak bisa tertolong lagi. "Bukan untuk menakut-nakuti. Tapi, seratus persen manusia yang terpapar virus rabies itu meninggal dunia," ucapnya.

Annang membenarkan terkait apa saja yang menjadi penyebab atau pemicu adanya monyet yang menyerang manusia. Pada umumnya, penyerangan terjadi lantaran si hewan itu diganggu atau merasa terganggu. "Habitatnya terganggu, kenyamanannya diusik.

Misalnya, saat si monyet mencari makan, namun tak dapat. Berburulah akhirnya," ujarnya. "Termasuk saat birahi. Beberapa kasus penyerangan, juga lantaran monyet itu birahi," tambahnya.

Bila ada monyet liar atau terlepas dari rombongannya, Annang menyarankan cukup diusir saja. Jangan dikejar-kejar. "Bisa menyerang balik. Apalagi kalau si monyet sedang birahi, biasanya langsung menerkam," ingatnya.(war/az/dye) Editor : Arief
#Teror Monyet #satwa