Terdiri atas Satpol PP, Polri dan TNI. "Jumlah itu (800 orang) di luar relawan. Kalau ditambah relawan, lebih banyak lagi," kata Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kalsel, Roni Eka Saputra kemarin (13/1).
Mereka akan berbagi tugas, ada yang mengamankan lokasi haul, berjaga di area parkir, dan mengatur lalu lintas kendaraan.
Haul akan digelar di Jalan Kertak Baru, Martapura Timur, Kabupaten Banjar.
Masih dari persiapan haul, selain pengamanan juga ada pendirian posko kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, dr Diauddin mengatakan, tenaga kesehatan dari Banjarbaru dan Banjar akan memberikan pelayanan kesehatan gratis.
Rencana awal, ada enam posko kesehatan. Tapi kemungkinan akan ditambah lagi. "Nanti kami hitung-hitung lagi. Dari bayangan yang ada, mungkin minimal perlu 15 titik posko," ujarnya.
Jumlah tenaga kesehatan dalam satu posko bervariasi. Dari lima sampai 12 orang. "Tergantung kebutuhan, kalau di titik itu jemaahnya banyak, maka nakesnya sekitar delapan sampai 12 orang," sebut Diauddin.
Posko ini akan melayani jemaah yang kelelahan atau mendadak sakit. "Karena lokasi haul akan ramai, sulit membawa orang sakit ke rumah sakit," kata mantan Kadinkes Banjar ini. (ris/gr/fud)
Tiga Skenario Rekayasa Lalin
DINAS Perhubungan Kalsel menyiapkan rencana rekayasa lalu lintas untuk menghadapi Haul Guru Sekumpul pada 26 Januari nanti.
Mengurangi kemacetan, beberapa ruas jalan menuju kediaman Gubernur Kalsel di Kampung Keramat, Martapura Timur, Kabupaten Banjar bakal ditutup.
Dengan catatan jumlah jemaah membeludak, lebih dari 100 ribu orang.
Seperti Jalan Kertak Baru. Jalan sepanjang 1,5 kilometer itu akan disterilkan dari kendaraan bermotor, baik dari arah Banjarmasin maupun Banjarbaru.
Namun, jika jemaahnya tak sampai 100 ribu, hanya separuh badan jalan yang ditutup. Bahkan mungkin tak perlu sama sekali jika jemaahnya hanya sekitar 10 ribu.
"Jadi ada tiga skenario. Ada rekayasa kecil, sedang, dan rekayasa besar. Kalau besar sampai menutup jalan menuju lokasi," beber Kabid LLAJ Dishub Kalsel, Mustaim kemarin (13/1).
Untuk kantong parkir, ada tiga area yang disiapkan. Pertama di Masjid Al Mukarramah, kedua di kantor Camat Martapura Timur, dan ketiga di halaman rumah Habib Zein.
Dari titik parkir, jemaah diangkut menuju lokasi haul dengan naik bus. Dishub menyiagakan puluhan armada bus untuk itu.
"Kami juga menyiapkan 20 perahu untuk mempermudah jemaah yang berada di seberang sungai. Jadi turunnya tepat di lokasi haul," tutup Mustaim. (mof/gr/fud) Editor : Muhammad Helmi